Home News Peringati HUT ke-75 RI, PAC PDI Perjuangan Gondokusuman Gelar Aksi Sosial

Peringati HUT ke-75 RI, PAC PDI Perjuangan Gondokusuman Gelar Aksi Sosial

614
0
Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta mengadakan berbagai kegiatan sosial untuk memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI, termasuk berziarah ke makam Faridan M Noto, tokoh serangan Kotabaru, di Desa Tamanan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Senin (31/8/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta mengadakan berbagai kegiatan sosial untuk memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI. Kegiatan sosial yang dipimpin Ketua PAC Harjono tersebut antara lain memberikan bantuan sembako kepada senior partai yaitu Ketua Kordes PDI tahun 1997-1998 yang tengah berduka karena istrinya meninggal.

Selain itu, bantuan sembako bagi keluarga yang karantina mandiri karena Covid19 dan ditutup dengan ziarah ke makam Faridan M Noto, tokoh serangan Kotabaru di masa kemerdekaan.

Menurut Harjono, Ketua PAC PDI Perjuangan Kec Gondokusuman, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Senin (31/8/2020), rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI bertema Kepedulian Sosial dan Jalimerah (jangan sekali kali meninggalkan sejarah).

“Aksi sosial dalam kerangka membantu masyarakat ini merupakan wujud kehadiran partai hadir untuk rakyat di tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19. Di samping itu dengan melakukan tabur bunga ke makam Faridan M Noto tokoh serangan Kotabaru untuk menghargai jasa pahlawan kemerdekaan yang telah berkorban dengan tenaga, air mata, keringat, darah dan nyawa dan memberi teladan kepada generasi penerus bahwa jangan tanya apa yang diberikan negara tapi bertanyalah apa yang dirimu berikan kepada negara,” kata Harjono.

Sementara Antonius Fokki Ardiyanto S.IP, Wakil Ketua PAC PDI Perjuangan bidang Ideologi, mengatakan, kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gondokusuman ini merupakan wujud konkrit dari penerapan ideologi Pancasila 1 Juni 1945 yang rohnya sangat jelas yaitu gotong royong.

Fokki sangat mengapresiasi kegiatan ini yang dapat dilaksanakan dengan bersumbu pada gotong royong dan taat azas. Dan tak kalah penting adalah mengajarkan sejarah kepada generasi penerus, salah satunya dengan menunjukkan makam dari tokoh serangan Kotabaru yaitu Faridan M Noto. Sebab banyak yang tidak tahu makam tokoh-tokoh pejuang pejuang yang telah berjuang menegakkan eksistensi negara Republik Indonesia. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here