Home News Peringati HUT Ke-10, JogjaKLanese Community Tanam Pohon Cemara dan Lepas Tukik di...

Peringati HUT Ke-10, JogjaKLanese Community Tanam Pohon Cemara dan Lepas Tukik di Pantai Trisik

162
0
Acara pelepasan tukik dan penanaman pohon cemara oleh anggota JogjaKLanese Community, Minggu (31/1/2021), di Pantai Trisik, Kulon Progo. (Foto: Kiriman Dedy Pranata)

BERNASNEWS.COM — Pada masa seperti ini diperlukan keunikan identitas, ciri khas dan karakter yang berbeda pada masing-masing destinasi wisata, maka disepakati bahwa Trisik merupakan pusat konservasi penyu. Dan ini harus dilestarikan dan dikembangkan kedepan.

Pemerintah Daerah Kulon Progo sangat terbuka dalam menerima masukan demi kemajuan pariwisata di Kulon Progo, DIY. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo Joko Mursito, SSn, MA dalam acara pelepasan tukik dan penanaman pohon cemara bersama JogjaKLanese Community, Minggu (31/1/2021), di Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo, DIY.

Anggota JogjaKLanese Community peserta giat konservasi alam dalam rangka memperingati HUT ke 10, di Pantai Trisik, Kulon Progo. (Foto: Kiriman Dedy Pranata)

Menurut Joko Mursito, dengan beroperasinya Bandara YIA akan mendorong kedatangan banyak wisatawan di Kulon Progo. “Hal ini perlu disambut dengan sinergitas yang baik antara pemerintah daerah, pelaku wisata dan penggiat wisata seperti JogjaKLanese Communit untuk bertukar informasi sehingga menjadi sebuah kegiatan yang utuh dan tidak terpecah-pecah,” ungkapnya.

Dikatakan, pariwisata sekarang sedang mengembangkan pentahelic. Pentahelic melibatkan pihak swasta, masyarakat, akademisi, dan media untuk bergerak bersama memajukan pariwisata. Joko Mursito juga mengapresiasi kekompakan JogjaKlanese Community hingga mencapai sepuluh tahun dalam berkomunitas.

Perwakilan JogjaKLanese Community Muntowil mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian agenda ulang tahun yang ke 10 JogjaKLanese Community. “Acara ini memang spesial karena diselenggarakan pada masa pandemi sehingga hanya melibatkan anggota yang berdomisili di Yogyakarta”terang Muntowil.

Acara ulang tahun komunitas ini sebelumnya diselenggarakan secara nasional dengan mengundang komunitas penggemar Kla Project di luar kota. Menurutnya, komunitas JogjaKLanese tetap menjaga kekompakan dalam paguyuban dengan saling silaturahmi dan keikhlasan antar anggota satu dengan yang lain.

Pada tahun ini tema ulang tahun komunitas adalah peduli dan cinta alam semesta dengan mengadakan penanaman pohon cemara dan pelepasan tukik di Pantai Trisik Kulonprogo. “Hingga tahun 2020 jumlah anggota JogjaKLanese yang terdaftar sebanyak 250 orang dan yang diizinkan mengikuti acara ini hanya 20 orang sesuai protokol kesehatan,” ungkapnya.

Anggota JogjaKLanese Community saat melepas tukik (anak penyu), di Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto: Kiriman Dedy Pranata)

Sementara koordinator kelompok konservasi penyu ‘Abadi’ Pantai Trisik Edi Riyanto menjelaskan, konservasi ini berdiri pada tahun 2004 dan merupakan satu-satunya konservasi penyu di kabupaten Kulon Progo dan pertama di DIY.

“Penyu yang ditangkarkan merupakan jenis penyu lekang. Lembaga ini setiap tahun mengamankan sekitar 800 – 2000 telur penyu yang dilepaskan pada bulan Juni – November. Bahkan pada tahun 2020 lembaga konservasi berhasil melepaskan lebih dari 5000 ekor penyu,” terang Edi Riyanto.

Kegiatan lembaga ini adalah penyelamatan dan penetasan telur penyu juga penangkaran dan pelepasan tukik serta Edukasi Konservasi Penyu. Diharapkan konservasi ini menjadi ikon edu ekowisata di pantai Trisik.

Kegiatan dalam rangkaian agenda ulang tahun yang ke 10 JogjaKLanese Community ini diakhiri dengan pelepasan sejumlah tukik oleh Joko Mursito dan Muntowil dengan oleh didampingi anggota JogjaKLanese Community dan penanam pohon cemara di areal pantai. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here