Home News Peringati Hari Pahlawan, Monjali Gelar Atraksi Biola Menggantung

Peringati Hari Pahlawan, Monjali Gelar Atraksi Biola Menggantung

106
0
Bangunan gedung Museum Monjali berbentuk piramid berdiri megah di Ring Road Utara Sinduadi, Mlati, Sleman. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019, Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali) akan menyelenggarakan acara bertajuk “Atraksi Biola Menggantung di Monjali” pada hari Minggu (10/11/2019). Acara tersebut diselenggarakan atas kerja sama Tim Panjat Mapala UPN “Veteran” Yogyakarta.

Nanang Dwinarto, Kabag Operasional Monjali, dalam rilis yang dikirim ke Redaksi Bernasnews.com, Kamis (7/11/2019) mengatakan, pada Minggu (10/11/2019) pukul 07.30 WIB, Monjali akan mengadakan upacara dengan mengibarkan bendera raksasa di lapik Monumen, yang diiringi lagu Indonesia Raya menggunakan biola. “Pemain biola sendiri akan digantung menggunakan alat climbing yang aman di lapik Monjali,” kata Nanang Dwinarto.

Menurut Nanang Dwinarto, pemain biola adalah Goldy, anak yang baru duduk di kelas 4 SD. Goldy merupakan pemain biola yang suka dengan acara adventure dan climbing. Setelah upacara bendera, akan disusul acara electone dengan menyanyikan lagu-lagu bertema ‘perjuangan’ oleh Sadullah.

Dan pada sore hari, kembali diadakan acara climbing khusus untuk pengunjung Monjali. “Pihak Monjali akan mencari pengunjung yang berminat menaiki lapik Monjali menggunakan alat climbing yang aman. Acara ini bertujuan untuk memberi kesempatan pengunjung bagaimana sensasi menaiki lapik Monjali,” kata Nanang.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, menurut Nanang, akan dilaksanakan beberapa gladi. Pertama gladi dilaksanakan pada Minggu (3/11/2019) lalu dengan agenda test menggelantung pemain biola bernama Goldy. Kemudian, pada Sabtu (9/11/2019), gladi kedua pukul 14.30 WIB, sekaligus agenda kegiatan biola grup dan mulai pemasangan bendera raksasa.

Kegiatan tersebut, menurut Nanang, karena sebagai sebuah museum sejarah, misi Monjali adalah memberi penghargaan dan rasa terima kasih atas jasa pahlawan yang telah gugur dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan. Selain itu, sebagai media atau sarana untuk menggugah dan membangkitkan kembali semangat generasi muda terhadap nilai juang ‘45. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here