Home News The Alana Peringati Aksi Mencintai Bumi dengan Earth Hour Program

The Alana Peringati Aksi Mencintai Bumi dengan Earth Hour Program

475
0
Promo eventThe Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta. (Repro)

BERNASNEWS.COM — Earth Hour merupakan salah satu kampanye World Wildlife Fund (WWF), sebuah organisasi konservasi terbesar di dunia yang mengupayakan inisiatif global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis dan pemerintah di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak terpakai selama satu jam.

“Kegiatan Earth Hour kali ini dengan tema “60+ Earth Hour 2020 #connect2connect” merupakan kampanye suatu bentuk kesadaran dan konsistensi akan kecintaan manusia kepada bumi yang merupakan  tempat  tinggalnya,” terang Wiwied A. Widyastuti, Marcom Manager The Alana Hotel & Convention Center Yogyakarta.

Hotel berbintang yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 7, Sleman, DIY ini, pada hari Sabtu, 28 Maret 2020, pukul 20:30 – 21:30 WIB, akan menggerakan pemadaman lampu selama satu jam pada spot-spot tertentu. Menyalakan lilin berbentuk angka 60+ di halaman City Walk tempat pengunjung nongkrong dan bersantai.

Di tengah gelap dan dinginnya malam selama lampu dipadamkan, jangan khawatir  merasa takut dan bosan karena tamu dan pengunjung hotel bisa sambil menikmati dengan menyantap kuliner Seafood BBQ, di Terrace Cafe dengan harga special.

Lanjut Wiwied menambahkan, juga bisa menyaksikan secara gratis pertunjukkan Fire Juggling Performance yang tentu nya sudah sangat ahli dan terlatih. Dark Perkussion akan setia memberikan alunan musik yang indah  selama kegelapan menyelimuti selama satu jam tersebut sehingga membuat tidak akan merasa jenuh tentunya.

Tidak hanya pada saat hari peringatan tersebut saja The Alana Hotel menghemat energi, bahkan setiap tanggal satu setiap bulannya juga melakukan gerakan hemat energi dengan mematikan lampu selama 30 menit. Tujuan utama The Alana Hotel menyemarakkan kampanye ini adalah mengajak publik untuk melakukan perubahan gaya hidup yang sederhana dan murah yaitu hemat energy.

“Karena ketergantungan manusia terhadap listrik terus meningkat dari waktu ke waktu, sedangkan sebagian besar dari pembangkit listrik itu berbahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang menghasilkan efek gas rumah kaca yang memicu pemanasan global,”pungkasnya. (nun/ ted) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here