Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeOpiniPerayaan Paskah di Tengah Jeritan dan Perjuangan

Perayaan Paskah di Tengah Jeritan dan Perjuangan

Hari Minggu, 17 April 2022, umat Kristiani di seluruh dunia merayakan hari Paskah, suatu momen peringatan hari KebangkitanYesus Kristus, yaitu tiga hari setelah kematian Yesus Kristus di Kayu Salib yang dikenal Jumat Agung. Dua kali perayaan Paskah sebelumnya  harus dilaksanakan secara online karena pandemi COVID-19, masa Prapaskah sebagai persiapan  untuk merayakan paskah tidak dapat dilakukan secara langsung, sehingga membatasi proses refleksi maupun aksi untuk mendukung dan menyambut perayaan Paskah. Perayaan Paskah tahun ini tentu sangat berbeda, gereja–gereja sudah diberi kelonggaran  merayakan Paskah dengan menyelenggarakan misa secara langsung, tentu tetap dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Terasa berbeda juga karena bersamaan dengan umat muslim menyelenggarakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan kesabaran.

Perayaan Paskah, diawali dengan masa Prapaskah masa puasa selama 40 hari yang dimulai perayaan Rabu Abu, 2 Maret 2022, dimana umat Kristiani diajak bersama – sama menyiapkan diri menyambut Paskah dengan doa, matiraga, pertobatan, amal kasih, hidup sederhana, dan penyangkalan diri. Kita diajak menyiapkan  hati, pikiran, dan tindakan yang nyata mencerminkan kasih Tuhan Yesus Kristus terhadap umat manusia. Jauh sebelum masa Prapaskah Paus Fransiskus pemimpin umat katolik tertinggi di dunia memberikan 3 pesan pokok yaitu: Menabur dan Menuai, Jangan sampai kita lelah berbuat baik, dan Jika kita tidak menyerah, kita akan menuai panen kita pada waktunya. Uskup Agung Semarang, dalam Surat Gembala Prapaskah tahun 2022 mengajak kita umat katolik, selama masa prapaskah umat diajak  merenungkan dan mendalami tema Aksi Puasa Pembangunan: “Tinggal dalam Kristus, Berbelarasa, dan Berpengharapan”

Mari kita lihat apa yang terjadi di sekitar kita selama masa prapaskah bagi umat kristiani yang bersamaan dengan masa puasa di bulan Ramadhan bagi umat muslim. Apakah  umat kristiani maupun umat manusia secara umum sudah mewujudnyatakan pesan Paus Fransiskus maupun Surat Gembala Prapaskah Uskup Agung Semarang? Kenyataannya justru peristiwa – peristiwa yang menonjol, menyita perhatian dan keprihatinan umat manusia yang terjadi.  Kita disuguhkan dengan peristiwa yang sungguh membuat prihatin dan miris. Bagaimana  tidak? Begitu banyak umat di dunia ini yang  mementingkan egonya sendiri maupun golongannya. keserakahan, kesombongan, ketidakjujuran, dan keinginan untuk memiliki menguasai hasrat sebagian umat manusia. Saat ini kita disuguhkan dengan berita  peperangan, kekerasan, kenakalan remaja, korupsi, penyalahgunaan narkoba, pelecehan seksual, intoleransi, maupun kejahatan kemanusiaan yang lain.  Apa yang mereka tabur? Dan mereka  akan menuai panen apa?

Sebagai contoh peristiwa perang antara Rusia dan Ukraina, perang antara  Israel dengan Palistina, aksi penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  di Papua, dan masih banyak lagi kekerasan yang terjadi sehingga menjatuhkan banyak korban jiwa. Sungguh ironis sebagian umat manusia yang  beradap yang seharusnya mengamalkan ajaran kasih terhadap sesama, bisa melakukan tindakan yang begitu brutal, yang mengorbankan umat manusia yang lemah Seandainya mereka tidak mengumbar keserakahan, mempunyai toleransi yang tinggi, dan tidak ada keinginan untuk memiliki tentu tidak akan terjadi kekerasan yang berlarut–larut.

Tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang, sehingga mengakibatkan kelangkaan minyak goreng yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat membuat kerugian ekonomi masyarakat sangat besar, kerugian yang ditanggung masyarakat kelas menengah, masyarakat menjerit. Ketika ada operasi pasar minyak goreng curah bersubsidi orang berebut, membuat antrean panjang, bahkan ada oknum yang berusaha mencari keuntungan sendiri,  kelangkaan solar bersubsidi yang mengakibatkan antrian panjang kendaraan–kendaraan di pom bensin di berbagai kota di Indonesia, dampak kelangkaan solar bisa memicu kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat akibat distribusi bahan pokok akan tersedat, apalagi menjelang hari Raya Idul Fitri tahun 1443 H ini, masyarakat menjerit. Maraknya kasus investasi bodong yang dilakukan oleh sekelompok orang, kegiatan pengumpulan dana masyarakat yang tidak sah, menarik sebagian masyarakat untuk mencari keuntungan secara instan. Pada akhirnya menguntungan segelintir orang dengan  bergelimpangan harta hasil tipu–tipuan,  masyarakat yang dirugikan, dana yang mereka tanamkan tidak bisa ditarik lagi.  Semua ini didorong oleh sifat keserakahan dan kesombongan sebagian warga negara kita. Seandainya semangat kejujuran, berbelarasa, bekerja keras, dan berbagi dijiwai oleh masyarakat kita, tentu peristiwa itu tidak terjadi.  

Beberapa hari yang lalu berita tentang tawuran pelajar di Palmerah, Jakarta Barat, yang melibatkan beberapa pelajar SD dan SMP yang menimbulkan korban meninggl dunia dan luka karena senjata tajam membuat kita terhenyak. Maraknya tawuran pelajar diberbagai daerah membuat keprihatinan kita, terutama sekolah – sekolah, apa yang salah dengan sistem pendidikakn kita, sehingga anak mencari jati diri dengan melakukan tawuran? Aksi balapan liar yang terjadi di beberapa kota besar di Indonesia yang dilakukakan pada malam hari, membauat sebagian besar masyarakat kawatir dan ketakutan. Juga aksi “klitih” di Yogyakarta yaitu fenomena kejahatan jalanan yang umumnya dilakukan oleh pelajar dengan menggunakan senjata tajam dengan menyasar secara acak dilakukan secara  brutal, membuat masyarakat resah. Salah satu korban  yang disinyalir korban “klitih” sampai menimbulkan korban meninggal dunia  adalah  anak anggota DPRD Kabupaten Kebumen. Keresahan masyarakat juga disampaiakan oleh petugas antar makanan online, ketika mengantar makanan pesanan keluarga kemarin, sekitar jam 23.00 WIB yang mestinya bisa dilakukan seorang diri, harus dilakukan berdua, dengan alasan berjaga – jaga untuk keamanan. Peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh sebagian remaja tersebut didorong oleh rasa ingin mendapatkan pengakuan, popularitas, dan ketenaran, baik di dalam kelompok itu sendiri maupun di antara kelompok lainnya.

Dalam demo mahasiswa, Senin, 11 April 2022, terjadi peristiwa yang di luar dugaan, terjadinya pengeroyokan terhadap Ade Armando, penggiat media sosial,  Ketua Umum ormas Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) hingga babak belur, tersungkur ke aspal, bahkan celana sampai hilang. Demo yang mestinya dilakukan oleh mahasiswa, ternyata ditunggangi oleh kelompok – kelompok yang tidak berkepentingan mendukung tuntutan mahasiswa terhadap pemerintah. Pelaku penggeroyokan ternyata bukan merupakan mahasiswa, salah satu motif pengeroyokan ini dilatarbelakangi sikap kesal terhadap tulisan maupun video  Ade Armando di media sosial.   Seandainya kelompok penyusup demo mahasiswa tersebut mau menahan diri dan menggunakan media yang tepat untuk menyampaikan rasa ketidakpuasan dan kekesalan terhadap Ade Armando, tentu tidak akan terjadi pengeroyokan tersebut.

Peristiwa – peristiwa di atas yang mewarnai perayaan Paskah tahun ini, menjadi refleksi bersama, khususnya bagi umat beragama. Umat Kristiani mestinya mewujudkan ajakan Paus Fransiskus, untuk bertobat, pada perubahan pola pikir, agar kita tidak mencari kebenaran dan keindahan hidup dalam ‘memiliki’ tetapi dalam ‘memberi’, tidak lebih dalam mengumpulkan seperti menabur dan berbagi kebaikan,  buah pertama dari kebaikan yang kita tabur muncul dalam diri kita dan kehidupan kita sehari-hari, bahkan dalam tindakan kebaikan kecil kita. Di dalam Tuhan, tidak ada tindakan kasih, tidak peduli seberapa kecil, dan tidak ada “usaha yang murah hati” yang akan hilang (lih. Evangelii Gaudium, 279). Umat juga diajak  merenungkan nasehat Santo Paulus kepada Jemaat di Galatia: “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena pada waktunya kita akan menuai panen kita, jika kita tidak menyerah. Jadi, selagi ada kesempatan (kairos), marilah kita berbuat baik kepada semua orang” (Gal 6:9-10).  Begitu pula bagi umat muslim bisa mewujudkan makna bulan bulan Ramadhan bulan yang penuh dengan kesabaran. Selama berpuasa, umat islam diwajibkan untuk menahan segala hawa nafsu, berperilaku sabar, dan tahan akan adanya ujian. Dengan begitu umat muslim siap menyambut hari kemenangan Idul Fitri, yang bermakna hari suci untuk membersihkan segala kesalahan, baik kesalahan diri sendiri maupun kesalahan orang lain.

Untuk mewujudkan harapan di atas, perlu diperjuangkan, harus dilakukan bersama – sama, dalam keluarga harus saling memberikan perhatian, menciptakan suasana yang damai dan tentram sehingga kita bisa melaksanakan ajaran agama dengan baik. Dalam dunia pendidikan juga tidak hanya memperhatikan aspek pengetahuan dan ketrampilan, tetapi aspek sikap  harus menjadi perhatian utama.  Peran lembaga keagamaan juga sangat penting, ketertarikan sebagian umat terhadap kegiatan keagamaan yang kurang dan ketaatan menjalankan perintah dan larangan agama menjadi berkurang menyebabkan nilai moral di masyarakat menjadi berkurang.

Semoga perayaan Paskah tahun ini bisa menjadikan momentum bagi umat katolik dan kristiani untuk memaknai Paskah yang disampaikan oleh Ketua Konferensi Waligereja Indonesia  (KWI) Ignatius Suharyo yaitu syukur atas karya penyelamatan Allah lewat Anak-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus. Yesus telah membebaskan manusia dari perbudakan dosa dan menjadikannya manusia baru yang merdeka. maka kita sebagai umat-Nya harus terus melahirkan kebaikan layaknya yang diperbuat Yesus Kristus. Hal ini juga semakin dikuatkan oleh   Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom  bahwa Paskah merupakan hari umat Kristen merayakan Kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus telah memulihkan kehidupan kita. Pemulihannya memungkinkan kita, menjadi anak-anak Paskah, menjadi garam dan terang di dunia ini. Selamat Paskah, semoga kebangkitan dan kasih Tuhan Yesus Kristus, kita untuk bersorak gembira memampukan kita menghadapi setiap kesulitan hidup dan membawa harapan, sukacita, daan kebahagian! (Yohanes Sudarna,S.Pd,MM. Umat Ling.St.Titus, Paroki St.Paulus Sendangguwo Semarang).

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments