Home News Perayaan Natal UKM PMK Paskah UWM: Berorganisasi Wadah Mahasiswa Mencapai Profesionalisme

Perayaan Natal UKM PMK Paskah UWM: Berorganisasi Wadah Mahasiswa Mencapai Profesionalisme

423
0
Acara Dies Natalis Ke 27 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PMK PASKAH, Sabtu (28/12/2019), di Pendopo Agung UWM, Yogyakarta. (Foto: Dok. Humas UWM)

BERNASNEWS.COM — Manusia sebagai makhluk sosial menjadikan era revolusi industri 4.0 sebagai peluang dan tantangan. Komunikasi semakin mudah dengan fasilitas teknologi informasi yang semakin canggih. Namun di sisi lain, justru timbul permasalahan karena manusia telah disibukkan dengan alat teknologi tersebut. Hal itu disampaikan oleh Dr. Jumadi, SE, MM selaku Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM) dalam sambutan acara Dies Natalis Ke 27 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PMK PASKAH, Sabtu (28/12/2019), di Pendopo Agung UWM, Yogyakarta.

Dalam acara itu, secara bersamaan juga dilakukan perayaan Natal bagi mahasiswa UWM pemeluk agama Kristen dan Katolik. Panitia mengusung tema “Hidup Sebagai Sahabat bagi Semua Orang”. Hadir dalam acara itu Wakil Rektor III, Dosen Pembimbing, Organisasi internal dan eksternal kampus serta alumni.

“Selamat menjalani ibadah bagi umat Kristiani, semoga diterima Tuhan dan mendapatkan kedamaian. Selamat atas ulang tahun ke 27 UKM PMK PASKAH, “ ucap Jumadi.

Pemotongan dan penyerahan tumpeng oleh Ketua Umum UKM PMK Paskah UWM kepada mahasiswa anggota. (Foto: Dok. Humas UWM)

Beribadah dan berdoa, menurut Jumadi dapat meningkatkan social skills. Pasalnya di dalamnya memuat unsur kecerdasan spiritual yang menjadi modal untuk mencapai kecerdasan lain seperti kecerdasan emosional, kecerdasan kultural, dan kecerdasan sosial. “Harapan saya melalui kegiatan ini mahasiswa dapat mengingkatkan kepedulian kepada sesama. Profesional akan mudah dicapai manakala mahasiswa tergabung dalamm organisasi,” jelasnya.

Kalau kita menginginkan negara menjadi kuat, lanjut Jumadi, maka harus dimulai dari profesionalisme. “Sosok profesional akan bertanggungjawab pada dirinya sendiri, orang lain, masyarakat dan Tuhan. Selain itu juga tidak akan melanggar norma dan kode etik profesinya,” tegas Jumadi.

Dosen Pembimbing UKM PMK PASKAH Dwi Astuti, S.Sos., M.Si menjelaskan bahwa mahasiswa yang tergabung dalam UKM ini melakukan kerja yang bersahabat dan langgeng. “Kita harus menjadi sahabat yang sesungguhnya yaitu menerima yang baik dan buruk dengan sikap dewasa. Para mahasiswa UKM PMK PASKAH harus semakin solid dan dewasa serta profesional dalam pelayanan,” tukasnya. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here