Home News Perayaan Natal bagi Kaum Difabel, Wujud Konkret Pelayanan Belaskasih Gereja

Perayaan Natal bagi Kaum Difabel, Wujud Konkret Pelayanan Belaskasih Gereja

299
0
Salah seorang difabel dengan khusuk berdoa di samping para imam yang memimpin misa UBK di Kapel Seminari Tinggi OMI, Minggu (19/1/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Tidak terasa enam tahun sudah berjalan pelayanan misa untuk UBK (Umat Berkebutuhan Khusus) di Seminari Tinggi OMI. Pelayanan spesial ini diinisiasi oleh Rm Antonius Widiatmoko OMI, Rektor Skolastikat OMI, sebagai perwujudan motto Kongregasi yaitu Melayani yang Tak Terlayani.

Misa perdana UBK dilaksanakan di Biara OMI Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (19/1/2020) dengan dihadiri 7 orang difabel beserta keluarganya. Misa ini diadakan tiap bulan yakni setiap hari Minggu ke-3 pada pukul 09.00 wib. Banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Bukan hanya para romo, frater dan bruder OMI yang tinggal di Seminari Tinggi OMI, namun juga melibatkan para orangtua yang tergabung dalam Keluarga OMI Yogyakarta.

Pada misa yang berlangsung di Kapel Seminari Tinggi OMI, Minggu (19/1/2020) itu, tercatat hadir 48 orang difabel beserta keluarga yang mengantarnya. Mereka berasal dari 18 paroki yang tersebar di Kevikepan DIY. Mereka datang dengan berbagai alat transportasi.

Perayaan berlangsung khidmat sekaligus meriah, penuh rasa persaudaraan. Misa tersebut sekaligus merupakan Perayaan Natal UBK sekaligus Misa Syukur HUT ke-6 Komunitas Misa UBK-OMI. Perayaan dipimpin oleh Rm Aloysius Wahyu Nugroho OMI dan konselebrasi Rm Ignatius Yulianto OMI.

Dalam khotbahnya, Rm Widiatmoko OMI mengutip ucapan Paus Fransiskus yakni biarkan gereja sealu menjadi sumber belaskasih dan pengharapan, tempat semua orang disambut dan diterima.

Romo Widiatmoko berharap gereja di manapun berada menjadi tempat di mana semakin banyak orang merasakan diri disambut dan diterima. “Terima kasih atas keterlibatan bapak ibu, keluarga-keluarga Kristiani sehingga pelayanan kasih, misa UBK bulanan ini, dapat terselenggara dengan penuh sukacita. Semoga kita semua makin kreatif mencari dan menemukan jalan-jalan baru pastoral berikut strateginya agar mereka yang belum terlayani pada akhirnya dapat terlayani. Tuhan memberkati,” kata Rm Antonius Widiatmoko OMI.

Salah seorang yang hadiri dalam misa UBK ini mengaku sangat terkesan dengan pelayan Biara OMI yang luar biasa terhadap orang difabel.

“Ini sungguh layanan yang luar biasa. Iklim layanannya sangat dekat sama UBK. Tadi ada anak yang nempel di jarak terdekat dengan altar. Dia berdiri di antara para Romo. Ia sangat antusias dengan konsekrasi. Ia berdoa dengan caranya dan diterima apa adanya. Saya yakin itu jadi sarana dia dekat dengan Tuhan sesuai situasi dan kondisi. Welokk. Romo Widi dan kawan-kawan OMI betul-betul menyambut dan menerima mereka. Sebuah layanan zaman now yang sangat signifikan dan relevan. Maju terus pelayanan bulanan Misa UBK,” Widi Astuti, umat tersebut. (Tim Publikasi Seminari Tinggi OMI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here