Home News Perayaan Idul Adha 1442 H, Pemkot Yogyakarta Tiadakan Salat Berjamaah di Lapangan

Perayaan Idul Adha 1442 H, Pemkot Yogyakarta Tiadakan Salat Berjamaah di Lapangan

191
0
Wakil Walikota sekaligus Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, MA. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Sehubungan masih dalam masa pelaksanaan PPKM Darurat, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memutuskan untuk meniadakan serangkaian perayaan Idul Adha 1442 Hijriah, baik dari penyelenggaraan takbir keleliling hingga salat berjamaah di lapangan. Hal tersebut berdasar ketentuan Surat Edaran dari Kemenag, Instruksi Mendagri maupun Instruksi Gubernur DIY.

Wakil Walikota sekaligus Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi, MA mengimbau pada warga agar salat Ied di rumah saja saat Idul Adha 1442 Hijriah, yang jatuh pada hari Selasa, 20 Juli 2021 mendatang.

“Tidak ada takbir keliling. Takbir dilakukan dari rumah masing-masing atau secara daring melalui masjid. Tidak ada salat Ied yang diselenggarakan di lapangan dan di masjid. Shalat Ied diselenggarakan di rumah masing-masing,” ungkap Heroe Poerwadi, Minggu (18/7/2021).

Pemkot Yogyakarta, lanjut Heroe, juga mengatur terkait penyembelihan hewan kurban yang disesuaikan dengan situasi terbaru selama PPKM Darurat. Pihaknya berharap, agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berlangsung kondusif tanpa kerumunan. Penyembelihan hewan kurban dilakukan tanggal 21, 22 dan 23 Juli 2021, dengan menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Seyogianya dilakukan melalui penyembelihan hewan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta atau disalurkan melalui BAZNAS, yang sudah bekerjasama dengan juru sembelih profesional dan halal,” ucapnya.

Pihaknya juga meminta agar penyembelihan hewan kurban juga harus meminta izin kepada kemantren masing-masing wilayah dan harus memenuhi persyaratan terpenuhinya prokes Covid-19. “Selain itu, pembagian daging kurban tidak boleh dilakukan dengan melakukan pengumpulan orang atau menyebabkan kerumunan. Tetapi dilakukan dengan membagikan dari rumah ke rumah,” tegasnya.

Dikatakan, bagi yang berkeinginan melakukan kurban di daerah lain, pihaknya menyarankan untuk mengirimkan hewan kurban ke daerah tersebut dan dilakukan penyembelihannya di daerah tujuan tersebut.

Bukan tanpa sebab aturan pelaksanaan kegiatan Idul Adha tahun ini makin diperketat, lantaran adanya laporan Covid-19 varian Delta yang telah masuk ke wilayah DIY. Pihaknya meminta agar dengan adanya laporan tersebut masyarakat semakin bisa lebih menggiatkan protokol kesehatan.

“Mari kita jadikan ibadah dan kegiatan Hari Raya Idul Adha sebagai sarana untuk terus berdoa agar semua umat manusia disiplin untuk jalankan prokes Covid-19. Semuanya dijaga dan diselamatkan. Marilah kita berdoa agar virus Covid-19 ini bisa segera diangkat dari muka bumi,” tutup Heroe Poerwadi. (Feva)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here