Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsPerayaan Ekaristi Rabu Abu SD Sato Antonius 02: Tinggal dalam Kristus, Berbelarasa...

Perayaan Ekaristi Rabu Abu SD Sato Antonius 02: Tinggal dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan

bernasnews.com — Sekitar 400 siswa, guru dan karyawan serta para orang tua siswa SD Santo Antonius 02 Semarang mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu, yang dipimpin oleh Romo Albertus Hesta Hana Wijayanto, Pr, Rabu (2/3/3022), di Gereja Katolik Santa Maria, Jalan Kanfer Raya Banyumanik, Semarang.

Tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2022 adalah, ‘Tinggal dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan’. Perayaan Ekaristi diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Umat hanya mengisi 50 persen dari kapasitas gedung gereja. Dengat tetap tertib, tenang dan bahagia anak-anak mengikuti Perayaan Ekaristi di tengah-tengah kegiatan pembelajaran.

Pada masa normal abu biasanya dioleskan di kening menggunakan jari tangan, tetapi karena masih pandemi Covid-19, penerimaan abu dengan cara dioleskan pada dahi dengan menggunakan cotton bud untuk tiap orang satu buah atau sekali pakai.

Suasana Perayaan Ekaristi Rabu Abu, Rabu (2/3/2022), di Gereja Katolik Santa Maria Fatima Banyumanik, Semarang (Foto: Kiriman Antonius Suhari)

Dalam homilinya Romo  Albertus Hesta Hana Wijayanto, Pr menyampaikan kepada anak-anak, bahwa yang diwajibkan puasa adalah umat yang telah genap berusia 18 – 60 tahun. Selain umur tersebut boleh malakukan pantang atau puasa.  

“Anak-anak yang sudah genap berumur 14 tahun wajib berpantang,” tegas Romo Albertus Hesta Hana Wijayanto, Pr yang akrab disapa Romo Bertus.

Dalam ajaran Katolik, lanjut Romo Bertus, berpantang artinya tidak makan daging atau makanan lain yang disukai pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung. “Pantang untuk anak-anak misalnya pantang bermain menggunakan handphone/game online. Berpuasa adalah makan hanya sekali saja dalam sehari pada hari Rabu Abu dan hari Jumat Agung,” tutur dia.

Romo Bertus juga mengajak anak-anak untuk berbela rasa dengan orang-orang yang menderita dengan cara berbagi. Pada masa Pra Paskah ini juga dijadikan untuk semangat pertobatan dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. “Mari membangun semangat pertobatan dan berbagi,” pesan Romo Bertus yang juga sebagai Romo Paroki Banyumanik Semarang ini. (Antonius Suhari, S Pd SD, Guru SD Marsudirini Santo Antonius 02 Banyumanik Semarang)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments