Home Seni Budaya Perangko Kepanduan yang Tercecer di Hari Pramuka Ke-59

Perangko Kepanduan yang Tercecer di Hari Pramuka Ke-59

301
0
Sampul Hari Pertama Jambore Pramuka 2001. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Ada yang tercecer dalam peringatan Hari Pramuka yang sebelumnya di Indonesia dikenal dengan nama gerakan kepanduan. Gerakan kepanduan memiliki sejarah panjang di  International dan mempunyai sebutan internasional yaitu Scouting atau Scout Movement.

“Tahun ini peringatan Hari Pramuka ke-59, tepatnya pada tanggal 14 Agustus 2020, menjadi momen penting dimana upacara hari pramuka diadakan dengan tatanan baru sesuai protokol kesehatan baik tingkat Gugus Depan  sampai Kwartir Nasional,” ungkap Ketua Bidang Komunikasi Perkumpulan Filatelis Indonesia, Uul Jihadan melalui rilis yang dikirim beberapa waktu lalu.

Kumpulan benda filateli. (koleksi Bambang Pamungkas) 

Selama pandemi,  mengoleksi Prangko menjadi tren tersendiri di kalangan aktifis  dan peserta Didik Pramuka untuk mengoleksi benda Filateli seri Kepanduaan, menurut Uul Jihadan, tak hanya Prangko saja, Carik Kenangan, Sampul Hari Pertama, Sampul Peringatan, Sampul Surat, Kartupos atau benda keluaran administasi pos merupakan benda filateli.

“Benda Filateli tema Kepanduan tak hanya diminati kolektor Indonesia saja tetapi juga internasional, baik oleh anggota kepanduan di negaranya masing-masing atau masyarakat umum,” terang Uul.

Prangko Pramuka Pertama di Dunia tahun 1900. Gambar Bapak Pandu Sedunia Lord Baden-Powell dengan cap Mafeking. (Koleksi Langka dan Istimewa oleh Gita Noviandi) 

Sementara Bambang Pamungkas, aktifis Pramuka sekaligus pembina Pramuka di Yogyakarta telah mengoleksi benda filateli seri kepanduan  sejak SMP atau tingkat Penggalang. “Saya meminati prangko atau benda filateli saat saya ikut uji kecakapan khusus pramuka. Dan keterusan sampai sekarang, saya saat ini mengarahkan kepada para binaan saya untuk mengikuti uji kecakapan tentang Filateli di Pramuka,” kata Bambang. 

Lain halnya dengan Sudjono AM, Pembina Pramuka di Pekanbaru Riau dan telah bermukim di Jakarta serta masih berkegiatan di Gugus Darma Pramuka mengajak belajar kembali dengan benda unik dan spesial yaitu Prangko.

“Selama saya di rumah saja dan mengisi waktu purna, saya mengajak para aktifis dan peserta didik pramuka yang saya kenal di beberapa kota di Indonesia untuk menata kembali koleksi filateli dan belajar lagi dan mengkhususkan tema Pramuka,” ungkap Sudjono. Dan diskusi aktif diikuti secara daring, lanjut Sudjono, agar para Pramuka kembali menjadikan Filateli juga sebagai hobi yang asik serta positif.

Perangko Carik Kenangan Peduli Lingkungan Indonesia. (Foto: Istimewa)

Pada tahun 2016 di Singapura, Gita Noviandi Sekretaris Jenderal Perkumpulan Filatelis Indonesia berhasil membawa pulang Medali Emas, dengan Judul koleksi “One World, One Promise”. Gita Noviandi berdomisili di Bandung, Jawa Barat.

“Saya mengoleksi Benda Filateli hampir seluruh dunia dan tentang Pramuka. Dimulai dari benda filateli yang menujukan mulai dari sejarah kepanduan, Bapak Pandu sedunia Lord Baden Powell, Bapak Pandu Indonesia Sri Sultan Hamengkubuwono IX, kecakapan pramuka, aktifitas dan nilai nilai positif pramuka melalui benda filateli,” papar Gita Noviandi.

Dalam catatan perjalanan sejarah pos, Indonesia sangat sering menerbitkan Prangko seri Pramuka karena mengingat pentingnya Kepanduan di Indonesia. Seri kepanduan Indonesia atau Pramuka tercatat telah terbit 19 kali dari  mulai tahun 1955 – 2019. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here