Home Opini Peran Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan di Masa Kini

Peran Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan di Masa Kini

135383
0
Nunik Dwiastuti SPd, Guru PPKn SMK N 5 Yogyakarta. Foto : Dok pribadi

BERNASNEWS.COM – PADA tanggal 17 Agustus 2020, bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan HUT RI kali ini sangat istimewa, karena bangsa Indonesia memperingatinya di tengah-tengah Pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita wajib melakukan protokol kesehatan, sehingga peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini berbeda dengan peringatan-peringatan sebelumnya.

Jika sebelumnya setiap instansi dapat melakukan peringatan dengan mengadakan upacara bendera di instansi masing-masing, kali ini mereka harus mengikutinya dengan cara virtual. Jika sebelumnya masyarakat  melakukan tirakatan malam 17 Agustus di wilayah masing-masing, kali ini banyak yang tidak bisa melakukannya. Lalu apakah hal ini menyurutkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia?

Nasionalisme adalah kecintaan terhadap Tanah Air dan bangsa. Dalam semangat nasionalisme terkandung sikap bangga terhadap bangsa dan bertanah air Indonesia, sikap rela berkorban untuk bangsa dan negara dan sikap mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Semangat inilah yang menjadi modal kuat bagi bangsa Indonesia dalam berjuang mencapai kemerdekaan kala itu dan semangat ini juga yang harus kita tingkatkan dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan saat ini.

Mengisi dan mempertahankan kemerdekaan menjadi tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk bagi generasi muda. Upaya untuk mengisi dan mempertahankan kemerdekaan tidak lebih mudah daripada merebut kemerdekaan, sehingga diperlukan perjuangan dan usaha yang keras baik dari pemerintah maupun seluruh rakyat.

Bung Karno mengatakan bahwa “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tetapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” Ini berarti bahwa kita benar-benar harus bekerja keras untuk berjuang. Siapa musuh kita sekarang? Saat ini musuh kita adalah kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, pengangguran, perpecahan, sakit penyakit,¬† kejahatan dan pelanggaran hukum seperti KKN, dan penyalahgunaan Narkotika.

Generasi muda adalah tokoh sentral dalam mengisi kemerdekaan, karena generasi muda adalah penerus cita- cita perjuangan bangsa. Sebagai generasi muda hal-hal apa yang harus dilakukan untuk berperan serta dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan sebagai perwujudan dari nasionalisme?

Pertama, dalam rangka mengatasi kemiskinan, kebodohan, pengangguran dan keterbelakangan, generasi muda harus menjadi generasi yang cerdas, mampu menguasai dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dengan baik dan mampu memanfaatkan kemajuan Iptektersebut demi untuk kemajuan bangsa.

Kecerdasan dapat diraih jika generasi muda mau belajar dengan giat dan pantang menyerah. Ini tidak mudah karena di masa kini banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi baik berupa penyalahgunaan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri  maupun sikap malas yang dapat menghambat generasi muda untuk belajar dengan baik.

Dengan demikian generasi muda harus mampu mengatasi hambatan dan gangguan tersebut dengan cara tetap terfokus belajar untuk mendapatkan manfaat yang baik dari apa yang mereka pelajari demi kemajuan bangsa.

Kedua, agar tidak terjadi perpecahan diantara bangsa Indonesia diperlukan sikap persatuan dan kesatuan. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, adat-istiadat, bahasa dan kebudayaan. Di tengah-tengah perbedaan itu kita tetap dapat bersatu jika kita memilki sikap hormat menghormati, saling menghargai dan bekerjasama satu sama lain.

Generasi muda harus membiasakan sikap tersebut dimana pun berada baik di lingkungan sekolah, masyarakat terlebih bangsa dan negara. Peristiwa Kebangkitan Nasional dan sumpah Pemuda sebagai tonggak bersatunya bangsa membuktikan bahwa pemuda adalah pelopor bersatunya bangsa sebagai modal tecapainya proklamasi kemerdekaan. Demikian juga dalam mengisi kemerdekaan, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan persatuan bangsa ini.

Ketiga, berkaitan dengan sakit penyakit. Generasi muda yang sehat adalah aset bangsa dalam pembangunan. Agar tercipta generasi yang sehat, mereka harus selalu berperilaku hidup sehat dengan cara menjaga kebersihan diri, makan makanan yang sehat dan rajin berolah raga, sehingga terjaga kesehatannya.

Di masa Pandemi Covid-19 ini, mereka harus selalu melakukan protokol kesehatan dengan baik, sehingga terhindar dari tertularnya wabah penyakit ini, bahkan mereka harus menjadi pelopor dan penggerak bagi masyarakat untuk selalu berperilaku hidup sehat.

Keempat, agar tidak terjadi korupsi, kolusi dan nepotisme, generasi muda sebagai calon pemimpin di masa depan, harus membiasakan sikap jujur dalam segala sesuatu. Sikap jujur harus menjadi kebiasaan hidup di kalangan generasi muda, sekecil apa pun tanggungjawab yang diberikan, harus mampu dipertanggungjawaban dengan sebaik-baiknya.

Generasi muda harus mampu mengatakan ya jika ya, dan tidak jika tidak. Jika itu menjadi kebiasaan hidup maka ketika menjadi seorang pemimpin, mereka tidak akan melakukan kecurangan dan selalu menegakkan kebenaran.

Kelima, banyaknya persoalan bangsa yang disebabkan oleh kejahatan dan pelanggaran di masyarakat. Generasi muda bisa melakukan kampanye kepada masyarakat untuk sadar hukum dan taat hukum dengan menggunakan cara-cara yang kekinian, misalnya melalui jejaring media sosial, menciptakan lagu yang dapat mengajak masyarakat untuk taat hukum dan yang lebih penting adalah melalui sikap hidup patuh dan taat hukum, yang dapat dilihat dan dicontoh orang lain.

Makna kemerdekaan saat ini adalah bebasnya bangsa Indonesia dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, sakit penyakit, KKN dan pelanggaran hukum. Hal ini pasti dapat terwujud jika kita berupaya dengan baik. Peran generasi muda sangat penting untuk dapat mengupayakan hal tersebut agar negara Indonesia benar-benar mencapai tujuan dan cita cita yang diharapkan sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD NRI tahun 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Selamat hari ulang tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pandemi Covid-19 ini tidak boleh melunturkan semangat kita dalam membangun bangsa. Mari terus kobarkan semangat nasionalisme sebagai modal dalam berjuang mengisi dan mempertahankan kemerdekaan di masa kini. Sekali merdeka tetap merdeka. (Nunik Dwiastuti SPd, Guru PPKn SMK N 5 Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here