Home Ekonomi Peran Fintech Dalam Perekonomian Daerah

Peran Fintech Dalam Perekonomian Daerah

219
0
Kepala OJK DIY Jimmy Parjiman sebagai nara sumber webinar kuliah umum (public lecture), dengan topik “Peran Fintech Dalam Perekonomian Daerah”, Kamis (27/5/2021). Foto: Kiriman Y. Sri Susilo.

BERNASNEWS.COM — Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta menyelenggarakan webinar kuliah umum (public lecture), dengan topik “Peran Fintech Dalam Perekonomian Daerah”, Kamis (27/5/2021).

Hadir sebagai narasumber kegiatan tersebut adalah Kepala OJK DIY Jimmy Parjiman, moderator AM Rini Setyastuti selaku Dosen FBE UAJY. Berindak sebagai host adalah Y. Sri Susilo, Kaprodi Ekonomi Pembangunan FBE UJAY/Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut Kepala OJK DIY Jimmy Parjiman menjelaskan, bahwa OJK melaksanakan wewenang sebagai lembaga yang memberikan aturan serta mengawasi perusahaan yang berbasis Fintech. “Bahwa secara garis besar OJK bertugas mengkaji dan mempelajari perkembangan fintech dan menyiapkan peraturan serta strategi pengembangannya,” tegas Jimmy.

Dikatakan, manfaat Fintech dalam perekonomian dapat dilihat dari aspek makro dan mikro. Manfaat makro termaksud adalah, (1) Meningkatkan akses layanan jasa keuangan, (2) optimalisasi pembiayaan UMKM, (3) Meningkatkan layanan dan proses bisnis, dan (4) Menyederhanakan rantai transaksi. Sementara manfaat dari sisi mikro adalah, (1) Membantu verifikasi akun nasabah, (2) mempermudah pembayaran transaksi, (3) membantu UMKM menyusun laporan keuangan, dan (4) edukasi konsumen.

Peserta Webinar Kuliah Umum. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

Dalam kuliah umum tersebut, secara khusus Kepala OJK DIY menjelaskan Fintech P2P Lending. Pengertian Layanan pinjam meminjam uang secara langsung antara  Kreditur/Lender (Pemberi Pinjaman) dan Debitur/Borrower (Penerima  Pinjaman) berbasis teknologi informasi. Selanjutnya Jimmy juga menjelaskan karakteristik Fintech P2P Lending yaitu, (1) Dana tidak dijamin LPS, (2) risiko kredit pada pemberi dana, (3) risiko pendanaan relatif tinggi, (4) bunga lebih tinggi, (5)  Proses (sangat) cepat, (6) persyaratan mudah, (7) tanpa batasan waktu dan tempat, dan (8) dapat memilih pihak yang didanai.

“Jika tertarik untuk menjadi bagian dari dunia Fintech, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, adalah keamanan dari platform digital terkait. Kedua, harus dipastikan perusahaan Fintech yang dipilih sudah terdaftar di OJK,” Jimmy mengingatkan.

Kegiatan webinar ini diikuti oleh 191 peserta yang pada umumnya dosen dan mahasiswa yang tersebar dari Pulau Jawa, Sumtera, Kalimantan dan Sulawesi. Mereka diantaranya adalah pengurus ISEI cabang se Indonesia. “Kegiatan kuliah umum yang merupakan kerjasama FBE UAJY, OJK DIY dan ISEI Cabang Yogyakarta akan diselenggrakan secara rutin setiap semester,” tutup Y. Sri Susilo. Untuk kegiatan selanjutnya dijadwalkan pada bulan September 2021 dengan topik yang berbeda. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here