Home News Penyuluhan Fenomena Klitih dan Internet Sehat

Penyuluhan Fenomena Klitih dan Internet Sehat

420
0
Dosen Al Maata, Lia Dian Ayuningrum, SST, MTrKeb memaparkan bentuk eksistensi positif dapat memanfaatkan interent dengan sehat. (Foto: istimewa)

BERNASNEWS.COM — Belakangan ini di Yogyakarta marak adanya kasus klitih atau disebut juga sebagai kejahatan jalanan di berbagaia wilayah. Oleh sebab itu Dosen Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) bekerja sama dengan Dosen Al Maata dan Mhasiswa KKN UPY melakukan penyuluhan tentang fenomena budaya klitih dan internet sehat, tanggal 8-9 Februari 2020, di Desa Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kulon Progo, DIY. Kegiatan ini dihadiri 47 peserta yang terdiri dari pemuda pemudi Desa Gulurejo dan mahasiswa KKN UPY.

Para peserta penyuluhan foto bersama dengan para nara sumber Dr. Septian Aji, Kabid Bimas Polsek Lendah Sunryadi, Kamituwo Gulurejo, beserta Yudi WAhyudi, ST dan Lia Dian Ayuningrum, M. Tr Keb. (Foto: Istimewa)

Kabit Bimas Polsek Lendah Sunaryadi, menjelaskan, pelaku klitih didominasi oleh anak-anak usia dini, sekolah tingkat SLTP dan SLTA. Fenomena klitih menurut Dr. Septian Aji Permana pakar pendidikan dan kebudayaan UPY perlu adanya pendampingan dan pembinaan di sekolah-sekolah dan di karang taruna.

Dr. SEptian Aji P sedang menjelskan fenomena budaya klitih sebagai bentuk eksitensi. (Foto: Istimewa)

“Supaya anak-anak dapat menyalurkan ekspresinya ke dalam hal yag positif, fenomena klitih muncul karena eksistensi anak-anak yang ingin menujukan jati dirinya,” ungkap Septian, Minggu (9/2/2020).

Sementara menurut Dosen Al Maata, Lia Dian Ayuningrum, SST, MTrKeb pengaruh minuman keras juga dapat menjdikan faktor pemicu orang melakukan kegiatan kejahatan. ”Mudah-mudahan kegiatan penyuluhan semcam ini dapat diteruskan di sekolah sekolah,”imbuhnya. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here