Home Seni Budaya Penyelenggaraan Nikah Bareng Virtual Pertama di Indonesia

Penyelenggaraan Nikah Bareng Virtual Pertama di Indonesia

94
0
Acara Nikah Bareng Virtual Pertama di Indonesia, Senin (29/6/2020), di Pendapa Agung Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. (Foto: Dok. FORTAIS)

BERNASNEWS.COM — Bertepatan dengan momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) Forum Ta’aruf Indonesia (FORTAIS) Sewon, Kabupaten Bantul, DIY bekerja sama dengan GM Production Indonesia didukung oleh BKKBN, Dinas Pariwisata DIY, Kemenag Kabupaten se DIY, serta berbagai pihak mempersembahkan Nikah Bareng Virtual Pertama di Indonesia, Senin (29/6/2020), di Pendapa Agung Royal Ambarrukmo, Yogyakarta.

Penyelenggaraan Nikah Bareng Virtual Pertama di Indonesia, Senin (29/6/2020), di Pendapa Agung Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Juga dilakukan serentak oleh 9 pasangan pengantin lainnya di beberapa Kantor KUA di DIY (Foto: Dok. FORTAIS)

Ketua FORTAIS, RM. Ryan Budi Nuryanto, SE menjelaskan, bahwa nikah bareng diselenggarakan dalam rangka membantu masyarakat yang tidak mampu agar  dapat menikah. Dan sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk memasuki kehidupan tatanan baru atau new normal dengan mengedepankan protokol kesehatan.

“Tidak seperti biasanya acara nikah bareng yang dihadiri banyak orang. Kali ini digelar sesuai protokol kesehatan dan secara virtual serempak di Pendapa Agung Royal Ambarukmo dan beberapa KUA di wilayah Sleman, Bantul dan Kulon Progo. Diikuti oleh 10 pasang pengantin, mulai pukul 09:00 WIB,” jelas Ryan yang juga selaku panitia pelaksana.

Suasana ijab qabul oleh pengantin dengan berlatar belakang destinasi wisata DIY. (Foto: Dok. FORTAIS)

Prosesi di Pendapa Agung Royal Ambarrukmo diawali panitia melakukan pengecekan suhu tubuh, pemakaian handsanitizer, masker, sarung tangan untuk semua yang hadir, termasuk calon pengantin dan petugas KUA. Kemudian satu pasangan calon pengantin masuk di pendapa yang sudah disulap dengan memakai tehnologi LED dan kamera 360 agar menjadi pelaminan dengan konsep virtual.

“Sebelum prosesi ijab qobul diawali pembacaan kalam Ilahi oleh Ust Muh Makrus, dilanjutkan ijab qobul yang dipandu oleh Kepala KUA Depok Sleman Muh Wiyono, SHI dengan diawali kothbah nikah oleh H. Aidi Johansyah, S.Ag.,MM selaku Kepala Kemenag Kab. Bantul,” papar Ryan.

Penyelenggaraan acara Nikah Bareng Virtual Pertama di Indonesia juga disiarkan secara streaming di channel youtube. Tampak dua host acara sedang menjelaskn rangkaian dan prosesi acara. (Foto: Dok. FORTAIS)

Sebagai saksi nikah, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja, SH, MEd dan Wakil Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslim. Unik karena penyelenggaraan nikah bareng dikonsep secara virtual yang mengambarkan destinasi wisata DIY. Dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat, juga dilakukan secara serempak di beberapa KUA di DIY, yaitu, KUA Kabupaten Sleman (KUA Ngaglik, Depok, Turi, Gamping) ada  4 pasangan pengantin , KUA Kabupaten Bantul (KUA Banguntapan, Piyungan, Kasihan) ada 4 pasangan , KUA Kabupaten Kulon Progo (KUA Kokap) ada  1 pasangan.

Sementara satu pasang penganti di Pendapa Agung Royal Ambarrukmo yaitu, Darmansyah Nugraha (29 tahun), Jejaka, Kweni, Pangguharjo, Sewon, Bantul DIY dan Ardhia Amalia (21 tahun), Gadis, Purwodadi, Patimuan, Cilacap, Jawa Tengah. “Acara ini  gratis, full fasilitas. Juga disiarkan langsung lewat channel youtube GM. Production,” pungkas Ryan.

Kepala Dinass Pariwisata DIY, Singgih Raharja secara simbolis menyerahkan paket bantuan “BaLaSa” dari Kemenparekraf kepada Anggota DPR RI Komisi 10, My Esti Wijayati selaku perwakilan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.co)

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja pada waktu menghadiri acara penyerahan bantuan paket “BaLaSa” dari Kemenparekraf untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif DIY terdampak pandemi, di Gedung Bhakti Wana Yasa, saat dimintai tanggapan tentang penyelenggaraan nikah bareng virtual oleh wartawan, mengatakan, bahwa itu adalah solusi pernikahan di tengah pandemi secara kreatif.

“Ini merupakan kreatifitas even yang ada di Jogja dan ini juga termasuk industri kreatif. Karena event organizer juga menghubungkan asosiasi yang lain untuk ikut berperan, seperti PHRI, Organda untuk angkutannya dan ASITA yang memberikan paket honeymoon. Sedangkan wedding organizernya, ada makeup, busana, catering kuliner dan sebagainya,” terang Singgih Raharja.

Menurut Singgih, kegiatan semacam itu perlu digerakan sehingga perekonomian di Jogja akan tumbuh kembali. Dan sebetulnya juga merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat. Yaitu, bagaimana menyelenggarakan wedding atau pernikahan dengan baik dan aman di masa pandemi Covid-19. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here