Home News Penulisan dan Bahasa Jawa di Bandara YIA Perlu Ada Koreksi

Penulisan dan Bahasa Jawa di Bandara YIA Perlu Ada Koreksi

1498
0
Seorang calon penumpang maskapai pernebangan menyempatkan foto, Rabu (30/12/2020), di papan ucapan Selamat Jalan (Sugeng Tindak) yang dipasang di Bandara YIA. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia, perkembangan dapat dikatakan tumbuh secara signifikan. Banyak obyek wisata alam yang dieksplor menjadi destinasi wisata baru juga wisata kekinian banyak dihadirkan. Hal itu juga terkait dengan keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), di Kabupaten Kulon Progo, DIY.

Sebagai bagian kearifan lokal dan Budaya Jawa, beberapa destinasi wisata banyak yang menulis atau menghias venue dengan bahasa Jawa atau dengan aksara (huruf) Jawa. Hanya saja dalam pengamatan Bernasnews.com, masih banyak kalimat maupun aksara dalam penulisan kurang pasa atau trep. Sebab dalam kaidah aksara Jawa, ada yang ditulis ngglegena atau ditulis dengan pasangan (taling, tarung, pepet, wulu) yang bisa mengubah suara huruf vokal juga maknanya,

Tulisan Sugeng Tindhak dalam latar belakang foto yang betul seharusnya ditulis Sugeng Tindak. Papan tersebut mnjadi semacam foto both dan menjadi salah satu spot favorit bagi tamu yang datang di YIA. (Foto: Kiriman Anny, Warga Yogyakarta)

Seperti kritikan yang disampaikan oleh Anny seorang warga Yogyakarta yang dikirim ke Redaksi Bernasnews.com, Kamis (31/12/2020), melalui pesan elektronik, sebagai berikut:

Sugeng enjang Bernasnews.com, maaf mengganggu ya..ada yang menggelitik dg tulisan tsb di bandara YIA, tulisan bahasa jawa yang kurang pas, tulisan tindhak itu kan harus tindak tdk pakai H, penjenengan mungkin tahu kemana harus menyampaikan. Demi Yogya tercinta. Nuwun..salam pawitikra

Ibu lulusan SMP Negeri 5 Yogyakarta, Tahun 1979 tersebut mengkritisi tulisan Sugeng Tindhak yang terpampang cukup besar di Bandara YIA. Tulisan Sugeng Tindhak (Selamat Jalan) seharusnya tidak memakai huru H.

Juga penyampaian pengumuman oleh petugas bandara (announcer) dalam bahasa Jawa, kromo inggil atau halus masih terdapat beberapa kata yang kurang pas di telinga orang Jawa, khususnya bagi yang masih menjunjung tinggi budaya

Menyongsong tahun baru 2021, sudah saatnya dalam pembangunan pariwisata, terkait hiasan atau ornamen-ornamen Budaya Jawa untuk melibatkan, perguruan tinggi yang memiliki Prodi Sastra Jawa, para budayawan atau pun penghageng Kraton Yogyakarta yang mumpuni di bidang tersebut. Agar tidak salah kaprah atau malah jadi bahan tertawaan wisatawan manca yang justru lebih paham. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here