Home Ekonomi Penuhi Kebutuhan Sehari-hari dengan Membeli Produk UMKM

Penuhi Kebutuhan Sehari-hari dengan Membeli Produk UMKM

71
0
Sandiaga S Uno, mantan Wagub DKI yang juga pengusaha. Foto : Repro Humas UII

BERNASNEWS.COM – Untuk memulihkan kondisi ekonomi Indonesia selama hingga pascapandemi Covd-19 maka masyarakat diminta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan membeli produk-produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Mari kita belanja kebutuhan sehari-hari pada tetangga yang menjual barang kebutuhan sehari-hari atau ke kelompok-kelompok arisan, produk-produk UMKM. Gunakan produk-produk saudara kita agar dapat memperbaiki ekonomi Indonesia,” ajak Sandiaga Salahuddin Uno MBA, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga seorang pengusaha dalam 4th National Conference on Accounting and Finance (NCAF) dengan tema Strategi Adaptasi dan Resiliensi Organisasi Menghadapi Pandemi secara virtual, Rabu (26/8/2020).

Diskusi panel yang diadakan Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah DIY yang didukung 19 perguruan tinggi nasional tersebut menampilkan 4 pembicara kunci (keynote speaker) dengan kapabilitas yang sangat mumpuni di bidang masing-masing.

Selain Sadiaga Uno, juga tampil Prof Rofikoh Rokhim SE SIP DEA PhD, Komisaris Independen BRI & Dosen Universitas Indonesia, Prof Fathul WahidT MAc PhD (Rektor UII) dan Dr Sri Haryati, Asisten Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta mewakili Gubernur DKI Jakarta yang berhalangan hadir dengan moderator Dekar Urumsah SE S.Si M.Com (IS) PhD, Ketua Prodi Magister Akuntansi UII.

Dr Sri Haryati, Asisten Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta yang mewakili Gubernur DKI Jakarta. Foto : Repro Humas UII

Menurut Sandiaga Uno, melihat kondisi saat ini, maka kita harus tetap optimis dengan penuh kewaspadaan. Karena angka perlambatan ekonomi Indonesia ibarat sudah mencapai di dasar jurang akibat pandemi Covid-19.

Optimisme ini, menurut Sandiaga Uno, perlu dibangun untuk memantulkan kembali roda perekonomian Indonesia dengan kekuatan utama ekonomi bangsa ini. “Apa itu kekuatan utama ekonomi kita? Yaitu UMKM dan ekonomi rakyat,” kata mantan calon Wakil Presiden pada Pemilu 2019 ini.

Dikatakan, segmentasi UMKM dan ekonomi rakyat berada pada konsumsi rumah tangga. Oleh karena itu, bantuan sosial yang diberikan pemerintah paling benar adalah dengan bantuan langsung tunai. Melalui bantuan langsung tunai, dampak yang dirasakan akan langsung terasa di kantong masyarakat.

Bantuan langsung tunai memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan prioritas kebutuhan mereka. Bansos ini juga sekaligus digunakan untuk mendongkrak konsumsi rakyat. “Bantuan langsung tunai diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian Indonesia dengan cara membelanjakannya untuk kebutuhan sehari-hari, bukan malah kebutuhan yang sekunder,” kata Sandiaga Uno.

Senada dengan Sandiaga Uno, Prof Rofikoh Rokhim selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang juga Komisaris Independen PT BRI (Persero) Tbk mengatakan bahwa menggunakan produk lokal dapat menghindari middle income trap. “Mulailah dari diri kita sendiri, marilah cintai produk dalam negeri,” ajak Prof Rofikoh.

Prof Rofikoh optimis dan yakin ekonomi bangsa Indonesia akan bangkit dengan peran perbankan yang masih berjalan. “Secara overall kita masih bisa optimis karena pada semester dua sudah mengalami perbaikan. Dilihat dari indikator perbankan, aset perbankan masih mengalami kenaikan karena masih ada kredit yang tumbuh hingga 4,2 persen dan deposito 12 persen,” kata Prof Rofikoh Rokhim.

Dikatakan, angka ini dilihat dari kebutuhan masyarakat akan modal yang masih relatif tinggi sehingga membutuhkan bantuan kredit dari perbankan.

Sementara Dr Sri Haryati, Asisten Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta yang mewakili Gubernur DKI Jakarta, mengatakan, masalah yang dihadapi saat ini tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah semata.

Kerena itu, perlu ada kolaborasi berskala besar. Dengan demikian, pemerintah sangat mendukung penuh momentum kejayaan UMKM, salah satunya dengan kolaborasi pada website jakpreneur.jakarta.co.id yang memungkinkan kolaborasi para pelaku UMKM.

Tak hanya itu, menurut Sri Haryati, pemulihan ekonomi pascapandemi harus mencangkup pada seluruh lini, mulai dari pemetaan pada masyarakat miskin, rentan miskin hingga mampu. Kesemuanya akan mendapatkan bantuan ekonomi dengan bentuk yang menyesuaikan kebutuhan.

Sementara Rektor UII Prof Fathul Wahid mengatakan, UII turut mendukung perekonomian rakyat melalui Warung Rakyat yang digagas untuk menyatukan para UMKM di satu website terorganisir. Dan Warung Rakyat perlu diteruskan mengingat banyak pelaku UMKM yang memberikan testimoni positif.

Sebagai akademisi, Prof Fathul Wahid mengatakan bahwa tidak mungkin membicarakan pendidikan tanpa memikirkan dampak ekonomi yang menyertainya. Mahasiswa ibarat turis yang menetap selama sekitar 4 tahun, dan selama itulah mereka turut menggerakkan ekonomi rakyat untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, Fathul Wahid meyakini bahwa pendidikan tinggi sebagai salah satu organisasi yang terdampak perlu menjalankan strategi untuk menghadapi masa ini.

Sementara Ketua Panitia 4thNCAF Arief Rahman SE M.Com PhD mengatakan, Covid-19 menimbulkan guncangan bagi hampir seluruh negara di dunia. Virus yang menyebar begitu cepat ke berbagai belahan bumi menyebabkan 216 negara terdampak dengan total kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 8.993.659 kasus (World Health Organization, 23 Juni 2020).

Dan setelah World Health Organization (WHO) menetapkan status Covid-19 sebagai pandemi, maka pergerakanbarang maupun manusia secara global mendadak terhenti sementara dan mnyebabkan kekacauan di berbagai sektor dan memunculkan berbagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Karena itu, sebagai bagian dari ikhtiar untuk menyatukan gagasan-gagasan mencerahkan terkait isu-isu kontemporer di bidang akuntansi dan keuangan saat ini, Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Bisnis & Ekonomika UII bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah DIY mengadakan National Conference on Accounting and Finance (NCAF) ini. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here