Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeOpiniPentingnya Aspek Kompetensi

Pentingnya Aspek Kompetensi

bernasnews.com — Membangun sumber daya manusia secara unggul (competitive advantage) menjadi kebutuhan yang sudah tidak dapat ditawar lagi bagi organisasi apapun bentuknya.  Membangun competitive advantage (keunggulan bersaing) harus selalu mau meningkatkan kualitas kerja dari setiap pekerjaan yang dilakukan, dan selalu mau melakukan pembaharuan, yakni perubahan pola kerja  dari dinamika kerja secara keras menjadi pola kerja secara cerdas. Lebih – lebih  para pengambil keputusan yang ada dalam level-level  penting pada organisasi harus senantiasa memiliki etos kerja yang baik, hal ini terurai dalam 3 (tiga) dimensi keahlian.

Pertama, keahlian konseptual. Keahlian konseptual menyangkut kemampuan individu dalam organisasi dalam berbagai fungsi manajerial, seperti, pengambilan keputusan, penyelesaian konflik dan problem yang kompleks, penyusunan strategi dan kebijakan. Kemampuan konseptual memerlukan dukungan pengetahuan yang harus selalu diperbaiki (on going formation). Kedua, keahlian bersifat “human” yakni individu pada level apapun, perlu memiliki kemampuan yang bersifat “human”. Karakteristik ini diperlihatkan dalam kemampuan bekerjasama, interelationship, komunikasi dalam kelompok. Ketiga, keahlian teknikal, yakni kemampuan yang bersifat teknik adalah kemampuan individu yang lebih bersifat keahlian khusus teknik operasional, seperti kemampuan mengoperasikan alat-alat dan kegiatan yang bersifat administratif. Aspek ini menjadi sangat penting dalam menghadapi perubahan tatanan kehidupan yang semakin kompleks dan dinamis.

Kapan dan apapun bentuknya, perubahan dalam organisasi (bisnis dan jasa) perlu terus dilakukan. Persoalannya adalah dari mana memulai perubahan.?  Dengan berfikir sederhana  kita bisa  lakukan dengan konsep  “yang dahulu belum ada menjadi ada atau diadakan”. Tentu saja dengan perubahan diharapkan mampu memberi makna atau manfaat (berbuah) yang lebih baik  bagi perkembangan organisasai yang bersangkutan secara lebih lanjut. Yang jelas konteks perubahan diperlukan  dari adanya kemauan dan kemampuan dari seluruh komponen yang ada dalam organisasi,   untuk  mau berubah dan berbuat, bekerja lebih baik. Lebih – lebih perubahan butuh dukungan ketersediaan komptensi yang andal (unggul).

Berbicara mengenai kompetensi tidak dapat dilepaskan dari unsur kinerja. Aspek kompetensi merupakan salah satu harapan dalam performance  management planning.  Performance management adalah  proses yang menciptakan pemahaman bersama tentang apa yang hendak dicapai dan tentang cara mengelola karyawan agar dapat meningkatkan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan. Sedangkan unsur  kinerja terdiri dari dua aspek. Pertama adalah hasil (apa yang harus dicapai) dan kedua adalah kompetensi (bagaimana mencapainya).

Kompetensi adalah karakteristik dasar dari seseorang yang membuatnya mencapai prestasi istimewa. Karakteristik ini lazimnya ditunjukkan secara lebih sering dalam berbagai situasi dan  terbukti membawa hasil yang lebih baik. Hanya saja dalam pencapaian prestasi dari individu atau kelompok tidak dapat hanya diperoleh dari hasil akhir (result) saja, akan tetapi harus memperhatikan pula proses yang harus dilalui untuk mencapai hasil prestasi tersebut.

Kondisi ini akan dapat terwujud manakala ada suatu komitmen yang sudah disepakati bersama dan wajib dilaksanakan bersama oleh seluruh pekerja yang ada dalam organisasi tersebut sebagai kebutuhan, bukan sebagai keharusan.  Kompetensi dalam performance management meliputi aspek, memastikan bahwa karyawan mengetahui,  memahami model kompetensi dan mengerti bagaimana kompetensi berhubungan dengan pencapaian sasaran, serta minta karyawan untuk menetapkan sasaran yang  berhubungan dengan satu atau dua pengembangan kompetensi.

Meskipun tidak selalu berbanding lurus dengan kinerja seseorang, kompetensi tetap merupakan aspek yang sangat penting dalam menentukan hasil kinerjanya. Oleh karenanya aspek pengembangan diri bagi siapapun yang dalam organisasi merupakan suatu tututan dan kebutuhan yang harus terus-menerus diupayakan tiada henti,  dan berkesinambungan. (Z. Bambang Darmadi, Lektor Kepala, Dosen ASMI Santa Maria Yoyakarta)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments