Home News Penjual Ronde Legendaris di Kauman Meninggal, ‘Galaknya’ Bikin Kangen Pelanggan

Penjual Ronde Legendaris di Kauman Meninggal, ‘Galaknya’ Bikin Kangen Pelanggan

738
0
Sosok mbah Min Payem penjual ronde legendaris sejak tahun 1980, di Jalan Kauman, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Innalillahi wainailahi rojiun mbok Min Payem, bakule ronde dpn Naufal Optik Jl.  Kauman meninggal dunia, smg husnul khotimah.. Aamiin Yra. Disertai foto almarhumah beredar di media sosial, khususnya grup-grup whats app penggemar kuliner Jogja, Rabu (30/6/2021).

Mbok atau mbah Min Payem merupakan sosok penjual ronde yang termasuk tokoh legendaris, karena berjualan sejak tahun 1980, setiap hari sehabis magrib hingga larut malam menggelar gerobak rondenya di depan sebuah optik, di Jalan Kauman (barat Masjid Gede), Yogyakarta. Terakhir meski ada yang membantu, mbah Min Payem tetap ikut mangkal.

Sosok mbah Min Payem menjadi contoh semangat untuk mandiri dalam menghadang rejeki setiap hari ini, menjadi daya tarik sendiri bagi media cetak maupun elektronik untuk membuat liputan juga beberapa youtuber pun banyak membuat video bersama penjual ronde legendaris itu. Termasuk kala Bernasnews.com masih dalam bentuk koran cetak beberapa tahun lalu.

“Meninggal tadi pagi, Rabu (30/6/2021), sekitar pukul 10:00 WIB. Karena sakit tua juga meninggalnya di rumahnya, di Kampung Kadipaten Wetan, Kemantren Kraton, Yogyakarta, dalam umur sekitar 90an tahunan,” ungkap Yusro Hartanto, salah satu pelanggannya yang rumahnya tidak jauh dari tempat mankal gerobak ronde Mbah Min Payem.

Dikatakan, sebelum jualan ronde mbah Min Payem sebelumnya jualan kacang godok dan kacang sangrai setiap sore, di Perempatan Jalan Ngasem tak jauh dari tempat mangkal ronde. Suaminya yang menjual ronde dari tahun 1970, lantaran suaminya meninggal tahun 1980, lantas mbah Min Payem menggantikan hingga akhir hayatnya.

“Sebagai seorang single parent, semangat almarhumah benar-benar hebat. Mbah Min Payem selalu mandiri, jalan kaki untuk belanja bahan-bahan pembuat ronde di Pasar Beringharjo. Memasak hingga mendorong gerobak dari rumahnya menuju pangkalan jualan setiap hari,” ujar Yusro.

Mbah Min Payem oleh banyak pelanggan dikenal galak, lanjut Yusro, mungkin bukan galak tapi tegas sebenarnya. Sebab permintaan pelanggan juga macam-macam. Seperti telah diketahui, bahwa wedang ronde itu terdiri dari rangkaian, ronde yang bentuk bulat dari bahan tepung ketan yang di dalamnya diberi isi gula, kolang kaling, irisan roti tawar, kacang yang disangrai, tape ketan dan air jahe.

“Anehnya galaknya Mbah Min Payem ini malah bikin kangen bagi para pelanggannya. Salah satu contoh galaknya, ada pelanggan yang berujar kalau rondenya kurang panas. Tanpa ekspresi mbah Min Payem pun merespon, kalau kurang panas ya silakan ditambah bara api di anglo itu,” kata Yusro Hartanto. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here