Home News Pengurus RW 42 Jatimas Berkunjung ke Bank Sampah Surya Indah

Pengurus RW 42 Jatimas Berkunjung ke Bank Sampah Surya Indah

659
0
Perwakilan pengurus RW 42 Jatimas, Balecatur, Gamping, Sleman, Sabtu (18/1/2020) berkunjung ke Bank Sampah Surya Indah RW 08 Suryoputran, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Dalam rangka orientasi dan penjajakan pendirian bank sampah di RW 42 Jatimas, Balecatur, Gamping, Sleman, segenap perwakilan pengurus RW 42 Jatimas, Sabtu (18/1/2020), melakukan kunjungan ke Bank Sampah Surya Indah (BSSI) RW 08 Suryoputran, di Jalan Pesindenan, Suryoputran, Panembahan, Kraton, Yogyakarta.

Ketua BSSI RW 08 Suryoputran Leonarda Pinahayu (kiri) sedang menerangkan kinerja bank sampah dari mulai penimbangan sampai dengan pemilahan dan pencatatan administrasinya. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Rombongan yang terdiri, Bendahara RW 42 Jatimas Sukarti, Ketua PKK RT 14 Jatimas Elyn Suharmawati, Pengurus RT 14 Sutoyo, dan Nuning, didampingi oleh Mahasiswa KKN UGM Fakultas Kehutanan Lina Dwi Lestari diterima oleh Ketua BSSI Leonarda Pinahayu berserta jajaran pengurus BSSI RW 08 Suryoputran.

Bank Sampah Surya Indah (BSSI) buka dua kali setiap bulannya tiap hari Sabtu, Jam 09:00 – 10:00 WIB, telah menapaki usianya yang ketujuh. Adalah bermula didirikan oleh sekelompok ibu-ibu PKK RW 08 Suryoputran yang peduli akan kesehatan keluarga dan kebersihan lingkungan, tepatnya pada tanggal 27 April 2013. Bank sampah yang pernah mempunyai predikat Kategori Emas oleh LSM Persada Unilever ini, pernah mempunyai 139 nasabah.

“Namun seiring perjalanan waktu serta adanya regulasi baru dari Pemerintah Kota Yogyakarta setiap satu RW harus ada bank sampah. Maka nasabah atau anggota BSSI pun turun, sebab dua RW lainnya (RW 09 dan RW 10) di Kampung Suryoputran juga didirikan bank sampah. Jadi BSSI otomatis hanya melayani warga RW 08 Suryoputran yang terbagi lima wilayah RT, RT 24 sampai dengan RT 28,” jelas Pinahayu.

Rombongan Perwakilan RW 42 Jatimas sedang mengamati buku tabungan milik nasabah BSSI RW 08 Suryoputran. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Lebih lanjut, Pinahayu mengungkapkan, untuk membentuk sebuah bank sampah itu cukup mudah, hanya menjadi pengurusnya itu harus mempunyai jiwa sosial tinggi dan ikhlas dalam berkegiatan di bank sampah. “Selain tenaga, waktu, terkadang pengurus juga nombok bawa minuman dan makanan sendiri. Kami berprinsip mengubah sampah menjadi berkah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PKK RT 14 Jatimas Elyn Suharmawati yang juga dikandidat sebagai calon ketua bank sampah di wilayah RW 42 Jatimas didampingi Nuning dan Mahasiswa KKN UGM Fakultas Kehutanan Lina Dwi Lestari sepulang dari kunjungan akan melakukan pemantapan pengurus, struktur organisasi bank sampah, serta kelengkapan administrasi dan tempat. Sebelumnya, rombongan ini juga telah melakukan kunjungan ke sebuah bank sampah di Condongcatur, Sleman.

Sistem pencatatan dari penimbangan sampah yang telah dipilah dan penentuan harga sampah pilah sesuai jenis-jenis sampah. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Kemudian kami sosialisasikan kembali pembentukan bank sampah sekaligus mencari nama yang bagus untuk bank sampah RW 42 Jatimas. Kemudian juga melakukan simulasi pelayanan setelah mendapatkan lapak atau pengepul yang bersedia membeli hasil pilahan sampah kami. Apabila semua telah siap baru kami kepyakan peresmiannya,” tegas Elyn yang diamini oleh Nuning dan Lina. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here