Home News Pengunjung Cafe Dibubarkan Secara Paksa oleh Satpol PP Sleman

Pengunjung Cafe Dibubarkan Secara Paksa oleh Satpol PP Sleman

2519
0
Seorang pemilik usaha menandatangani Berita Acara Pembinaan Lapangan (BAPL) dalam operasi non yustisi yang dilakukan Satpol PP Sleman, Selasa (16/6/2020) malam. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Karena terbukti melakukan pelanggaran atas Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 43.1/Kep.KDH/A/2020 tentang Jam Operasional dan Kegiatan Usaha dalam Masa Darurat Covid-19, para pengunjung Eatery Bar and Coffee “Eskala” di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 8 Tegalrejo, Sariharjo, Ngaglik, Sleman dibubarkan secara paksa dalam operasi non yustisi yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Sleman, Selasa (16/6/2020) malam.

Saat petugas tiba di lokasi cafe tersebut lebih dari pukul 21.00 WIB, tampak pengunjung cukup ramai dan pemilk cafe masih melayani makan minum di tempat. Karena itu, menurut Dra Shavitri Nurmaladewi MA, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sleman dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Selasa (16/6/2020) pukul 03.48 subuh, dilakukan tindakan penertiban non-yustisial termasuk pemberian surat peringatan.

Sejumlah anggota Satpol PP Sleman mengikuti apel sebelum melakukan operasi non yustisi, Selasa (16/6/2020) malam. Foto : Istimewa

Sebab, menurut Evie-sapaan akrab Shavitri Nurmaladewi, sebelumnya cafe tersebut pernah dibuatkan BAP Lapangan oleh Satpol PP Sleman karena adanya beberapa pelanggaran, namun pelanggaran tersebut masih tetap dilakukan, yakni masih melayani makan dan minum di tempat setelah lewat pukul 21.00 WIB, tidak menerapkan physical distancing (jaga jarak aman) dan banyak pengunjung yang tidak memakai masker.

“Tim pun membuabarkan para tamu/ pengunjung secara paksa. Dan petugas meninggalkan lokasi setelah semua tamu pengunjung bubar,” kata Evie.

Selain di Eatery Bar and Coffee “Eskala”, operasi non yustisi juga dilakukan di Warung Angkringan “Market Angkring” di Jalan KRT Pringgodiningrat, Sanggrahan, Tlogoadi, Mlati, Sleman. Di tempat ini ditemukan tamu/pengunjung ramai, ada sejumlah kurang lebih 40 anak muda yang nongkrong.

Suasana keramaian di sebuah cafe dalam operasi non yustisi yang dilakukan Satpol PP Sleman, Selasa (16/6/2020) malam. Foto : Istimewa

Tim pun membuat Berita Acara Pembinaan Lapangan (BAPL) karena ada beberapa pelanggaran SK Bupati Sleman Nomor 43.1/Kep.KDH/A/2020, antara lain kurang menerapkan physical distancing (jaga jarak aman), jarak duduk antar tamu/pengunjung tidak ada meter, masih ada karyawan dan pengunjung yang tidak memakai masker dan belum memiliki alat pengukur suhu tubuh.

Karena itu, menurut Evie baik pengunjung maupun pemilik usaha dihimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran/penularan Covid-19.

Kemudian di Warung Rica-rica dan Bakmi “Giyatno” di Jalan Magelang Km 5 Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman. Di tempat ini juga ditemukan beberapa pelanggaran SK Bupati Sleman Nomor 43.1/Kep.KDH/A/2020, antara lain kurang menerapkan physical distancing (jaga jarak aman), ada karyawan dan pengunjung yang tidak memakai masker, masih melayani makan dan minum di tempat setelah pukul 21.00 WIB.

Karena itu, pengunjung dan pemilik usaha diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran/penularan Covid-19.

Menurut Evie, dalam operasi itu, setiap tempat yang didatangi diberikan sejumlah masker, total masker yang dibagikan sejumlah 33. Dan kepada setiap pengelola tempat usaha yang didatangi, diberikan foto copy serta penjelasan SK Bupati Sleman Nomor 43.1/Kep.KDH/A/2020. “Kegiatan berjalan lancar dan aman,” kata Evie. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here