Home News Penguatan Fungsi Sisrute Maternal Neonatal di DIY untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu...

Penguatan Fungsi Sisrute Maternal Neonatal di DIY untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

127
0
Direktur Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Dr Sardjito, Dr dr Sri Mulatsih., SpAK, MPH. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — RSUP Dr Sardjito merupakan rumah sakit utama Pendidikan dari  Fakultas Kedokteran  Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada sekaligus menjadi salah satu rumah sakit vertikal  dengan area cakupan  seluruh propinsi DIY,  Jawa Tengah bagian selatan, Jawa Timur bagian barat, dan  propinsi lain baik di dalam maupun luar pulau Jawa.

RSUP Dr Sardjito mempunyai kekuatan-kekuatan yang bisa outstanding, untuk menjalankan amanah dari Kementrian Kesehatan. Saat ini Kementrian  Kesehatan sedang melaksanakan transformasi pelayanan kesehatan diantaranya adalah penguatan FKTP maupun FKTL,  Ketahanan SDM  kesehatan, Kegawat Daruratan Medis.

Di era disruptif dan masa pandemic Covid-19, salah satu permasalahan/ Issue strategis dalam bidang kesehatan adalah semakin tingginya angka kematian ibu dan bayi yang disebabkan karena Covid-19. Salah satu program yang sudah dikembangkan oleh Kementrian Kesehatan adalah Sistem Rujukan  Terintegrasi (SISRUTE) belum mampu berperan dalam mencegah kematian khususnya ibu dan bayi.

“Berdasarkan hal tersebut di atas, RSUP Dr Sardjito dalam kerangka Academic Health System (AHS) bersama dengan FKKMK dan Dinas Kesehatan melaksanakan proyek perubahan dengan tema ‘Penguatan Fungsi SISRUTE Maternal Neonatal di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta’,” kata Direktur Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Dr Sardjito, Dr dr Sri Mulatsih, SpAK, MPH melalui rilis yang dikirim, Rabu (6/10/2021).

Dikatakan, dalam jangka pendek, kegiatan ini meliputi 1). Pengembangan Kesepakatan Bersama berupa Surat Keputusan Bersama antara RSUP Dr Sardjito-FKKMK UGM, dan Dinas Kesehatan Propinsi DIY dalam rangka penguatan kapasitas faskes, 2). Audit SISRUTE khususnya Maternal Neonatal di RSUP Dr Sardjito dalam rangka untuk melihat permasalahan-permasalahan implementasi sistem rujukan.

Sementara dalam proses audit dilakukan dengan 3 cara yaitu audit sistem, audit kepada user (pelaksana), audit terkait kebijakan yang sudah berjalan dengan melakukan Forum Group Discussio (FGD) dengan perwakilan Dinas Kesehatan, rumah skait, maupun psukesmas, 3). Penguatan tim PONED dan PONEK untuk kabupaten Bantul sebagai percontohan program, 4). Penguatan tim PONEK RSUP Dr Sardjito, dan 5). Telemedicine/ Telekonferensi dengan salah satu rumah sakit afiliasi AHS (RSUD Wates).

“Kegiatan ini dilaksanakan pada periode 19 Juli sampai dengan 28 September 2021,” terang dr Sri Mulatsih.

Dari hasil kegiatan tersebut, lanjut dr Sri Mulatsih, beberapa hal penting yang perlu ditindak lanjuti adalah 1). Perlu adanya evaluasi fungsi SISRUTE secara nasional supaya lebih friendly, 2) Perlunya pengembangan kapasitas petugas di masing-masing rumah sakit perujuk maupun RSUP Dr Sardjito terkait indikator kinerja SISRUTE,

” Yang ke tiga, kegiatan pendampingan tim PONED dan PONEK dilanjutkan untuk jangka menengah maupun jangka Panjang, Dan 4). Kegiatan telekonferensi dengan rumah sakit afiliasi AHS perlu dilaksanakan secara rutin dalam rangka integrasi Pendidikan dan mutu pelayanan,” pungkasnya. (Nuning)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here