Home Ekonomi Pengelolaan Koperasi Harus Lebih Canggih dengan Menggunakan IT

Pengelolaan Koperasi Harus Lebih Canggih dengan Menggunakan IT

135
0
Acara potong tumpeng Tasyakuran Hari Koperasi ke-73 Kota Yogyakarta di Griya UMKM Jalan Tamansiswa Yogyakarta, Selasa (147/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai sektor usaha, termasuk usaha mikro keccil dan menengah (UMKM) serta koperasi. Dampak yang paling nyata antara lain adanya kemacetan pembayaran angsuran pinjaman yang berdampak pada usaha atau kondis koperasi secara keseluruhan. Namun, ada pula yang tetap bisa bergerak karena dikelola dengan manajemen modern menggukanakan teknolog informas yang canggih.

“Ke depan pengelolaan koperasi harus dikelola secara modern, bukan lagi dikelola secara tradisional seperti sekarang. Pengelolaan secara modern itu dengan menggunakan teknologi informasi yang canggih karena terbukti koperasi yang dikelola dengan manajemen modern menggunakan IT bisa berkembang dan tak terpengaruh dengan kondisi krisis seperti sekarang,” kata H Sisruwadi SH M.Kn, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans Kota Yogyakarta, dalam acara Tasyakuran Hari Koperasi ke-73 di Griya UMKM Jalan Tamansiswa Yogyakarta, Selasa (14/7/2020).

Acara potong tumpeng Tasyakuran Hari Koperasi ke-73 Kota Yogyakarta di Griya UMKM Jalan Tamansiswa Yogyakarta, Selasa (147/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Menurut Sisruwadi yang juga Assek Bidang Kesra Kota Yogyakarta, para pengelola koperasi harus memegang teguh tujuan koperasi yakni untuk menyejahtrakan anggota. Salah satu wujud dari upaya menyejahterakan anggota adalah dengan memberikan modal kepada anggota dengan bunga yang tidak terlalu tinggi, bisa dapat untung, bisa bayar angsuran dan bisa menjalankan usaha sehingga mampu meningkan kesejahteraannya.

(Baca juga : Kemenkop dan UKM RI Memperbaiki Ekosistem Kemudahan Usaha)

Sementara Ketua Dekopinda Kota Yogyakarta Iskandar SE mengatakan, koperasi merupakan badan usaha yang memanfaatkan potensi anggota untuk mengembangkan usahanya. Dan tujuan utama koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota.

Acara potong tumpeng Tasyakuran Hari Koperasi ke-73 Kota Yogyakarta di Griya UMKM Jalan Tamansiswa Yogyakarta, Selasa (147/2020). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Karena itu, menurut Iskandar, dalam kondisi apa pun koperasi harus tetap berusaha meningkatkan kesejahteraan anggota, termasuk dalam kondisi krisis akibat pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Sedangkan Ketua Dekopinwil DIY Syahbenol Hasibuan mengatakan, sampai saat ini ada 8 koperasi yang sudah mengajukan surat kepada Dekopinwil DIY yang melaporkan kesulitan membayar simpanan berjangka/deposito yang sudah jatuh tempo sebagai dampak pandemi Covid-19. Beberapa koperasi yang menyampaikan laporan tersebut merupakan kantor cabang koperasi, yang kantor pusatnya berada di luar DIY.

“Intinya koperasi tersebut meminta bantuan pemerintah untuk ikut mengatasi atau mencari solusi atas masalah tersebut,” kata Syahbenol.

Acara Tasyakuran Hari Koperasi ke-74 Kota Yogyakarta tersebut selain diisi sambutan-sambutan, juga ditandai dengan acara pemotongan tumpengoleh Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans Kota Yogyakarta Sisruwadi, Ketua Dekopinda Kota Yogyakarta Iskandar SE dan Ketua Dekopinwil DIY Syahbenol Hasibuan yang diserahkan kepada pengurus yang hadir. Acara diakhiri dengan makan siang bersama.

Acara tersebut tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat dimana peserta yang hadir wajib mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun di depan pintu masuk kantor dan mengenakan masker serta jarak duduk yang sudah diatur pula. (lip)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here