Home News Pengelola Obyek Wisata Perlu Membentuk Satgas Antisipasi Nataru

Pengelola Obyek Wisata Perlu Membentuk Satgas Antisipasi Nataru

30
0
Para goweser (pesepeda) tak ketinggalan untuk berfoto bersama maupun selfi di obyek wisata alam Watu Kapal, di Dusun Klenggotan, Kelurahan Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, DIY. (Foto: Kiriman Yoyok Suhartoyo)

BERNASNWEWS.COM – Musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan segera tiba. Dan biasanya musim libur panjang Nataru digunakan masyarakat untuk mengunjungi lokasi-lokasi wisata dan fasilitas publik lainnya. Bahkan pada saat itu, jumlah pengunjung obyek wisata meningkat tajam.

Karena itu, para pengelola obyek wisata perlu membentuk satgas guna mengantisipasi lonjakan pengunjung pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2022. Tugas satgas adalah menegakkan protokol kesehatan secara disiplin yang ketat.

Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, mengatakan Satgas yang dibentuk harus mengawasi aktivitas pengunjung selama masa liburan dan menegakkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, PeduliLindungi sebagai platform skrining pengunjung menjadi prasyarat masuk obyek wisata.

“Bila pengunjung menolak menggunakan aplikasi tersebut, petugas wajib menolak pengunjung masuk ke dalam area wisata. Pengunjung juga diharapkan proaktif mengawasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi di area yang dikunjungi,” kata Wiku dalam keterangan pers tentang prkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (11/11/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Prof Wiku meminta masyarakat agar berperan aktif mematuhi peraturan yang ditetapkan. Sebagai contoh, setiap langkah kecil sesederhana memakai masker saja akan sangat signifikan hasilnya. “Saya mengajak masing-masing individu untuk menginspirasi orang-orang sekitarnya dalam menegakkan protokol kesehatan. Hal ini penting untuk mempercepat terciptanya kepatuhan kolektif yang kita cita-citakan selama ini,”kata Prof Wiku.

Selain itu, masyarakat diajak untuk menghindari sikap antipati terhadap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Karena kebijakan tersebut sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat. “Meski liburan panjang menjadi tantangan besar bagi Indonesia, Satgas tetap optimis bangsa ini dapat melaluinya bila semua bersikap bijaksana dan disiplin dalam menjalankan peran masing-masing,” kata Prof Wiku.

Sebelumnya, Prof Wiku menyebut ada 5 langkah yang harus ditegakkan secara disiplin dan ketat untuk mengendalikan dan mencegah lonjakan pada liburan Nataru. Keima langkah tersebut adalah pertama, menjalankan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) secara komprehensif dan konsisten. Kedua, segera menyelesaikan vaksinasi Covid-19 sebagai tanggungjawab dalam melindungi masyarakat yang rentan.

Ketiga, inisiatif melakukan testing atau pengobatan Covid-19. Keempat, menganalisis risiko penularan sebelum berkegiatan dan kelima, mengikuti perkembangan kebijakan yang berlaku dan mematuhinya. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here