Home Opini Penduduk Jawa Tengah Cukup Sejahtera di Masa Pandemi Covid-19

Penduduk Jawa Tengah Cukup Sejahtera di Masa Pandemi Covid-19

294
0
Ir Laeli Sugiyono MSi, Statistisi Ahli Madya pada BPS Provinsi Jawa Tengah. Foto : Dok pribadi

BERNASNEWS.COM- Konsep sejahtera umumnya bersifat abstrak, karena banyak faktor yang mempengaruhi. Dan apabila diringkas menjadi satu dimensi tunggal mengerucut pada indikator angka kemiskinan. Selain dengan angka kemiskinan kesejahteraan bisa diukur dengan indikator ketimpangan distribusi pendapatan penduduk yaitu angka indeks gini ratio. Indeks gini ratio menunjukkan derajat ketidakmerataan distribusi pendapatan penduduk.

Angka indeks gini ratio berkisar antara 0 dan 1. Indeks gini ratio mendekati 1 maka distribusi pendapatan penduduk mendekati sempurna tidak merata atau pendapatan penduduknya sangat heterogen. Sebaliknya indeks gini ratio mendekati nol maka distribusi pendapatan penduduk mendekati sempurna merata atau pendapatan penduduknya sangat homogen.

Keterbandingan jumlah penduduk miskin dan persentase penduduk miskin serta gini ratio antar provinsi di kawasan pulau Jawa keadaan tahun 2017 dan 2018 sebelumĀ  terjadi pandemi Covid-19 dapat dikemukakan sebagai berikut.Pada keadaan tahun 2018, provinsi yang penduduk miskinnya paling banyak di kawasan pulau Jawa adalah Jawa Timur tercatat 4.332 ribu orang. Kemudian disusul Jawa Tengah sebesar 3.900 ribu orang. Sedangkan provinsi yang persentase penduduk miskinnya paling tinggi adalah DIY tercatat sebesar 13,02 persen, disusul Jawa Tengah sebesar 11,32 persen.

Jawa Tengah pada keadaan tahun 2017 memegang peringkat teratas dalam persentase penduduk miskin yaitu sebesar 12,23 persen. Akan tetapi tahun 2018, terselamatkan dari peringkat atas terburuk persentase penduduk miskin, tergeser oleh DIY, karena selama tahun 2018 Jawa Tengah berhasil menurunkan angka kemiskinan yang sangat signifikan mencapai sekitar 300,29 ribu orang.

Penurunan angka kemiskinan Jawa Tengah tahun 2018, hampir separuh dari penurunan angka kemiskinan nasional yang tercatat sebesar 630 ribu orang. Angka kemiskinan nasional tahun 2017 tercatat sebesar 26,58 juta orang penduduk atau sekitar 10,12 persen dari total penduduk, sedangkan tahun 2018 sebesar 25,95 juta orang penduduk atau sekitar 9,82 persen dari total penduduk.

Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2017 dan 2018 terkonfirmasi penduduknya cukup sejahtera, ini terdeteksi dari tingkat kemiskinan penduduk dan tingkat ketimpangan distribusi pendapatan penduduk berada pada kisaran rerata di kawasan pulau Jawa.

Atas dasar kedua indikator tersebut maka Jawa Tengah cukup potensial dalam meningkatkan kesejahteraan penduduknya yang dicerminkan oleh penurunan angka kemiskinan penduduk dan keajegan angka ketimpangan distribusi pendapatan penduduk.

Solusi Pemecahan Masalah

Mengkaji strategi apa yang harus ditetapkan dalam rangka menurunkan angka kemiskinan dan mempertahankan tingkat ketimpangan distribusi pendapatan penduduk bukanlah pekerjaan mudah tetapi juga tidak terlalu susah.

Karena dengan upaya kerja keras dan kerja cerdas yang terkoordinasi secara baik pada tingkat provinsi ataupun pada tingkat kabupaten kota, dengan melibatkan para pakar ekonomi dari ISEI regional provinsi dan akademisi dari perguruan tinggi serta praktisi dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Insha Allah ada solusi pemecahan masalah dalam merumuskan strategi yang dimaksud tersebut.

Untuk mengatasi persoalan ekonomi guna meningkatkan taraf pendapatan penduduk tentu menjadi tugas pemerintah dalam membuat keputusan regulasi yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah yang inklusif yaitu pertumbuhan ekonomi pro job dan pro poor.

Dan yang tak kalah pentingnya adalah menjaga stabilitas harga barang dan jasa yaitu mempetahankan tingkat inflasi yang terkendali rendah dalam kisaran satu digit. Ini dimaksudkan untuk menjaga kemampuan daya beli masyarakat yang tetap tinggi pada tingkat pendapatan tetap atau tidak berubah. (Ir Laeli Sugiyono MSi, Statistisi Ahli Madya pada BPS Provinsi Jawa Tengah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here