Home Opini Pendidikan Pembelajaran di Masa Pandemi

Pendidikan Pembelajaran di Masa Pandemi

107
0
Yuliana Tusmiyati SPd AUD, Guru TK B Marsudirini St. Theresia Boro, Kulon Progo, DIY. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Berawal dari guru dan orang tua, sebelum pandemi Covid-19 orang tua dengan semangatnya mengantar anak-anak ke sekolah, menyerahkan anak-anak kepada guru untuk berkegiatan  bermain dan belajar bersama. Suasana menjadi hidup ada canda tawa anak-anak. Namun sekarang suasana sekolah menjadi sepi karena adanya pandemi Covid-19.

Pembelajaran tidak bisa tatap muka, maka guru bersama orang tua harus melangkah untuk mengadakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Awalnya guru mendatangi anak-anak dan belajar dalam kelompok. Selang beberapa waktu pembelajaran dalam kelompok tidak bisa dilanjutkan karena banyak orang yang terjangkit Covid-19. Dengan situasi yang kurang mendukung terpaksa pembelajaran harus di rumah. Orang tua harus menemani anak  untuk bermain dan belajarnya.

Tidak mudah untuk melakukan perubahan-perubahan itu, harus berproses. Orang tua harus menggantikan guru di rumah. Yang jadi masalah, tidak semua orang tua ada di rumah, mereka juga bekerja. Dari sini orang tua merasa betapa sulitnya menyampaikan kegiatan yang sudah ada. Ternyata anak-anak lebih menurut kepada ibu guru.

Ini kesempatan orang tua untuk belajar bersama para guru untuk saling melengkapi dalam mendampingi anak-anak. Maka harus diusahakan orang tua harus sabar dan gembira dalam mendampingi anak-anak. Terlebih TK/ PAUD lebih sulit. Namun harus tetap berusaha sebaik mungkin memberi pelayanan kepada anak-anak dan itu menjadi dasar untuk mendapatkan pendidikan. Maka harus terjalin komunikasi yang baik antara sekolah, orang tua dan anak.

Selanjutnya, agar pembelajaran tetap berlangsung dengan baik, guru dan orang tua mengadakan pendekatan supaya anak-anak tetap dapat belajar dengan gembira meskipun bermain dan belajarnya di rumah. Maka terbentuklah kesepakatan untuk mengadakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Setiap satu minggu sekali orang tua mengambil tugas untuk dikerjakan anak-anak di rumah. Orang tua banyak yang sedih karena anak-anak sulit diajak belajar, cenderung pergi untuk bermain.

Anak-anak juga merasa kurang puas karena tidak bisa berjumpa dengan guru dan teman-teman. Waktu pengambilan tugas beberapa anak ada yang ikut karena mereka rindu bertemu guru dan teman-temannya. Perjumpaan ini membuat rasa kerinduan anak-anak untuk belajar, bertemu teman-teman, dan belajar di sekolah terobati. Gurupun merasa senang bisa menyapa anak-anak secara langsung. Meskipun begitu, protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan baik oleh guru, anak-anak dan juga orang tua. Saat memasuki area sekolah cek suhu, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak. Di sekolah selalu diadakan penyemprotan disinfektan baik dalam tiap ruangan ataupun di luar ruangan dan juga halaman, terlebih pada mainan anak-anak  agar tetap terjaga kebersihannya. Jadi anak-anak yang datang bisa bermain dengan aman dan nyaman.

Dalam melaksanakan PJJ, guru juga mengadakan videocall kepada anak-anak didampingi para orang tua. Namun karena videocall dirasa kurang efektif untuk pembelajaran, maka guru melangkah mengadakan zoom. Video call tetap sering dilakukan juga untuk menyapa ataupun memberi semangat kepada anak-anak. Anak-anak merasa senang, gembira dan antusias. Akan tetapi ada juga anak-anak yang tidak bisa videocall ataupun mengikuti zoom karena berbagai kendala. Ada yang tidak memiliki HP Android, terhalang sinyal, orang tuanya bekerja, bahkan hanya di rumah bersama kakek neneknya karena orang tuanya di luar kota. Dibutuhkan usaha kebersamaan yang sungguh akan membuat kekuatan yang luar biasa sehingga pendidikan pembelajaran di masa pandemi tetap berlangsung dengan baik.

Dalam situasi seperti ini kita kembali diingatkan untuk selalu bersyukur kepada Tuhan. Pandemi Covid-19 memang menakutkan dan membuat semua orang cemas. Dalam bekerja, belajar ataupun melakukan aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman. Pandemi ini mengubah segala aktivitas. Namun Tuhan sungguh amat baik menolong hambanya dalam keadaan apapun. Tetap ada hikmah di balik semua ini.

Kebersamaan dalam keluarga yang dulunya jarang terjadi karena kesibukan masing-masing kini kebersamaan itu bisa terjadi. Bisa berkumpul bersama keluarga, berbagi cerita dan saling menguatkan. Kita harus selalu berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan situasi kondisi kembali seperti dulu tanpa dibayangi rasa takut dan kecemasan.

Kitapun harus selalu bersyukur selama pandemi ini kita masih diberi rahmat berlimpah terutama kesehatan. Yang harus selalu diingat, kita harus selalu menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengani air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi. Semoga pendidikan pembelajaran di masa pandemi tetap lancar dan dapat berlangsung dengan baik. Guru adalah pelaku perubahan maka harus tetap semangat. Salam sehat selalu. (Yuliana Tusmiyati SPd AUD, Guru TK B Marsudirini St. Theresia Boro, Kulon Progo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here