Home Opini Pendidikan Kelompok Bermain yang Dirindukan

Pendidikan Kelompok Bermain yang Dirindukan

398
0
Sumaryanti Christina, SPd, AUD, Guru Kelompok Bermain Marsudirini St Theresia Boro, Kabupaten Kulon Progo. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Di masa pandemi ini anak-anak jenuh di rumah. Bahkan orang tua juga merasa kewalahan menghadapi anaknya yang sering merengek minta sekolah bertemu guru dan rindu teman-teman. Sampai orang tua marah pada Corona kenapa betah tinggal di Indonesia ini.

Namun orang tua juga menjadi tahu ternyata menjadi guru itu tidak mudah, yang dulu guru Kelompok Bermain dianggap mudah hanya tepuk-tepuk dan bernyanyi. Tetapi orang tua menghadapi satu anak saja sudah mengeluh, apalagi guru Kelompok Bermain yang menghadapi anak-anak umur 2-4 tahun dengan jumlah 30 anak bahkan lebih, hanya dengan satu guru.

Tetapi dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau dalam jaringan (Daring), dengan melalui zoom anak-anak mulai senang bisa bertemu guru dan teman-teman. Guru juga sering menyempatkan video call untuk menyapa anak-anak. Akan tetapi tidak semua anak bisa mengikuti zoom maupun video call karena ada yang rumahnya di gunung dan tidak ada jaringan.

Juga ada yang orang tuanya di luar kota dan di rumah hanya bersama kakek neneknya yang tidak bisa menggunakan HP Android. Tetapi  mereka (wali murid) seminggu sekali mengambil tugas dan kadang-kadang anak-anak ikut dan bisa bertemu guru juga teman-teman walau hanya 1 sampai 2 anak. Meskipun begitu, mereka tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketika datang lakukan cek suhu, cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, memakai masker dan menjaga jarak. Cara seperti ini bisa sedikit mengobati kerinduan anak-anak. Waktu orang tua mendengarkan penjelasan guru tentang tugas mereka, anak-anak bisa bermain dengan teman 1 atau 2 orang anak di sekolahan.

Setelah orang tua dan anak-anak pulang, tak lupa ruang kelas disterilkan dengan disemprot disinfektan. Begitu juga serambi dan halaman dan mainan-mainan di luar kelas, agar semua keluarga  besar KB-TK Marsudirini St Theresia Boro sehat selamat dari virus Corona.

Walau kadang merasa cemas dan takut karena komplek sebelah yang dekat dengan KB-TK ada yang positif, namun kami harus berani dan semangat dalam menghadapi musuh yang tidak terlihat ini dengan waspada dan tetap mentaati protokol kesehatan di manapun berada. Juga selalu menjaga kesehatan dan meningkatkan imun tubuh kita dengan makan banyak sayur dan buah yang mengandung banyak Vitamin C. Yang tidak boleh dilupakan juga berjemur, serta yang amat penting adalah selalu bersyukur karena kita masih diberi perlindungan oleh Tuhan.

Rajin berdoa, mau berbagi, terlebih menolong yang membutuhkan pertolongan seperti  saudara kita yang kekurangan, lemah, miskin, tersingkir, difabel (KLMTD). Walau pandemi  ini begitu meresahkan dan menyedihkan semua orang tetapi pasti Tuhan mempunyai rencana yang akan indah pada waktunya di balik semua ini.

Sementara dari sisi lain dengan adanya pandemi ini bisa menyatukan keluarga yang biasanya tidak bisa berkumpul bersama ataupun makan bersama karena bergantian pergi. Seperti, ada orang tua yang anaknya belum bangun sudah harus berangkat bekerja. Sebaliknya, ketika orang tua datang/ pulang anaknya sudah tidur. Namun sekarang bisa banyak waktu untuk bersama-sama di rumah.

Semoga pandemi  ini segera berlalu dan Tuhan akan mengabulkan doa-doa permohonan kita. Sehingga keadaan kembali seperti dulu. Yang bekerja bisa pergi dengan aman, yang belajar bisa kembali bergembira bersama guru dan teman-teman. Anak-anak Kelompok Bermain tidak merengek lagi ingin bertemu guru dan teman-teman.

Orang tua tidak marah atau kesal lagi karena anak-anak kurang patuh pada orang tua dan bosan belajar di rumah. Orang tuapun jadi lebih sabar membimbing anak-anaknya belajar dan tidak memandang lagi bahwa guru TK khususnya Kelompok Bermain hanya menyanyi dan bertepuk tangan. Tetapi para guru memikul tanggung jawab yang berat untuk mendidik mereka dengan pembiasaan-pembiasaan awal yang baik sesudah pendidikan di rumah.

Guru adalah pahlawan terdepan yang memerangi kebodohan termasuk guru Kelompok Bermain. Semoga Pendidikan Kelompok Bermain yang dirindukan akan segera terwujud kembali. (Sumaryanti Christina, SPd, AUD, Guru Kelompok Bermain Marsudirini St Theresia Boro, Kabupaten Kulon Progo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here