Home Pendidikan Pendidikan dengan Hati Perlu Didukung Literasi Cerdas

Pendidikan dengan Hati Perlu Didukung Literasi Cerdas

830
0
Pengawas Sekolah Kemantren Gondomanan Yogyakarta Kupiyosari, S.Pd, Penanggung Jawab Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta Sr. M. Petra,OSF. M.Pd, Kepala SD Marsudirini FX Oktaf Laudensius, S.Si, Narasumber Unggul Prasetyo, S.Pd dan Y.B. Margantoro, serta dua siswi Gisela Paramita dan Angela Vania Putri pada acara pembukaan workshop literasi dan best practice SD Marsudirini, Jumat (12/11/2021). Foto :Kiriman YB Margantoro

BERNASNEWS.COM – Pendidikan dengan hati yang dilaksanakan Sekolah Dasar (SD) Marsudirini Yogyakarta perlu didukung dengan kegiatan literasi yang cerdas untuk memberikan keterampilan abad ke 21 bagi siswa didik. Dengan literasi sekolah, para guru dapat membimbing siswa didik untuk memiliki kemampuan literasi dasar, kompetensi dan karakter.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengawas Sekolah Kemantren Gondomanan Yogyakarta Kupiyosari SPd., Penanggung Jawab Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta Sr M Petra OSF MPd, dan Kepala SD Marsudirini FX Oktaf Laudensius S.Si dalam acara pembukaan workshop literasi dan best practice Guru SD Marsudirini di sekolah setempat, Jalan P Senopati Yogyakarta, Jumat (12/11/2021).

Dalam workshop bertajuk Semakin Bergairah di Hari Guru Nasional tersebut, tampil sebagai narasumber Praktisi Pendidikan Unggul Prasetyo SPd dan Pegiat Literasi YB Margantoro. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan baca puisi Gisella Paramita dan Angela Vania Putri, keduanya juara 1 dan 2 Baca Puisi Immaculata Cup 2021.  

Menjadi literat di abad 21

Kupiyosari SPd mengemukakan, literasi bermakna keberaksaraan, melek keterpahaman, melek baca tulis dan melek multiliterasi. Mulitiliterasi sendiri adalah keterampilan menggunakan beragam cara untuk menyatakan dan memahami ide-ide dan informasi dengan menggunakan bentuk-bentuk teks konvensional maupun bentuk-bentuk teks inovatif, simbol dan multimedia. Bacaan teks yang digunakan dalam satu konteks disebut teks multimedia.

Suasana dinamika workshop literasi dan best practice di SD Marsudirini, Jalan P Senopati, Yogyakarta, Jumat (12/11/2021). Foto : YB Margantoro   

“Pembelajar yang literat memiliki kemampuan pembuat makna, pengguna tanda, pengguna teks dan analis teks,” kata dia.

Menurut pengawas sekolah dasar ini, keterampilan abad 21 mensyaratkan seseorang memilki keterampilan literasi dasar, kompetensi dan karakter. Untuk keterampilan literasi dasar adalah baca tulis, berhitung, sains, teknologi informasi dan komunikasi, keuangan, serta kebudayaan dan kewargaan.

Untuk kompetensi, artinya memiliki keterampilan berpikir tinggi, yakni mampu berpikir kritis, berpikir kreatif, berkomunikasi dan berkolaborasi.

Sedangkan memilki karakter, menurut Kupiyosari, ditandai dengan memiliki keingintahuan yang tinggi, inisiatif, kegigihan, adaptasi, kepemimpinan dan keterampilaan sosial budaya.  

Secara panjang lebar dia menjelaskan latar belakang pelaksanaan kegiatan literasi di sekolah dan latar belakang posisi minat baca di Indonesia berdasar aneka penelitian dunia. Kemudian dijelaskan pula dimensi literasi dalam kurikulum dan literasi lintas kurikulum.

Para guru SD Marsudirini Yogyakarta mengikuti kegiatan workshop literasi dan best practice ini dengan  semangat dari pagi hingga siang hari. Mereka aktif melakukan dinamika simulasi dan dialog selama workshop serta memiliki komitmen dalam berkarya literasi dan best practice.

Penanggung Jawab Yayasan Marsudirini Perwakilan Yogyakarta Sr M.Petra OSF MPd berharap agar kompetensi yang dimiliki para guru dapat diterapkan dalam pembelajaran dengan hati di kelas sehingga dapat menghasilkan anak didik yang cerdas, bermoral dan mandiri. (*/lip) 

     

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here