Home Ekonomi Pendapatan Negara 114 Persen dari APBN, Yustinus Prastowo: Ekonomi Pulih

Pendapatan Negara 114 Persen dari APBN, Yustinus Prastowo: Ekonomi Pulih

50
0
Yustinus Prastowo, Staf Khusus Menteri Keuangan RI. Foto : Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi Yustinus Prastowo mengatakan bahwa kita patut bersyukur karena pemulihan ekonomi sudah terjadi tahun 2021. Salah satu indikator adalah pendapatan negara tahun 2021 mencapai Rp 2.003 triliun atau 114 persen dari target APBN.

Menurut Yustinus Prastowo, pada tahun 2021 pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sebesar 3,7 persen, jauh membaik daripada tahun 2020 yang terkontraksi sebesar -2,07 persen. Sementara inflasi dan nilai tukar pun tetap terjaga dengan baik.

Dikatakan, aktivitas ekonomi terus bergeliat seiring dengan program pemulihan ekonomi. Hal ini berdampak pada perbaikan pendapatan negara yang mencapai Rp 2.003,1 triliun (114 persen terhadap target APBN). Bahkan penerimaan pajak terealisasi 103,9 persen melampaui target APBN untuk pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir.

Sementara akselerasi belanja negara juga berjalan dengan baik, yakni terserap Rp 2.786,8 triliun atau 101,3 persen terhadap target APBN yang didukung terutama melalui pelaksanaan program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Realisasi PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) telah mencapai Rp 658,6 trilun atau 88,4 persen dari pagu sebesar Rp 744,77 triliun.

“Sebagai komitmen pemerintah, belanja kesehatan mencapai Rp 291,4 triliun berupa klaim perawatan bagi 1,4 juta pasien Covid-19, pengadaan 310,9 juta dosis vaksin Covid-19, insentif bagi 1,5 juta nakes pusat dan 646,5 ribu nakes daerah, bantuan iuran PBI JKN bagi 94 juta jiwa dan lainnya,” kata Yustinus Prastowo dikutip Bernasnews.com di akun twitternya.

Ia juga mengungkapkan bahwa serapan untuk perlindungan sosial terealisasi sebesar Rp 480 triliun, di antaranya berupa penyaluran bantuan PKH yang dimanfaatkan 10 juta keluarga, penyaluran bantuan kartu sembako bagi 18,57 juta KPM, penyaluran BPUM bagi 12,8 juta usaha mikro dan lain-lain. “Hal ini sebagai wujud negara hadir,” katanya.

Sedangkan untuk subsidi terealisasi sebesar Rp 243,1 triliun di antaranya subsidi BBM, subsidi LPG 3 kg, subsidi pupuk, subsidi bunga KUR bagi 12,8 juta debitur, subsidi listrik dan sebagainya. “Ini juga menunjukkan dukungan konkret dan berlanjut pemerintah terhadap masyarakat,” kata Yustinus Prastowo.

Disebutkan bahwa kinerja pembiayaan APBN 2021 juga menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin melalui kebutuhan pembiayaan anggaran yang menurun tajam. Pembiayaan utang lebih rendah Rp 310 triliun dengan pemanfaatan SKB III dan SAL, sedangkan pembiayaan investasi utamanya untuk mendukung infrastruktur.

“Pengelolaan utang secara prudent juga terus kita jaga, sehingga realisasi defisit kita menjadi sebesar Rp 783,7 T (4,65 persen PDB) atau lebih rendah Rp 222,7 trilun dari target APBN sebesar Rp 1.006,4 triliun (5,7 persenPDB). Ini kabar baik yang layak diapresiasi,” kata Yustinus Prastowo.

“Mari rawat optimisme sekaligus tetap waspada. Pemulihan ekonomi dipengaruhi oleh penyebaran varian baru Covid-19, perkembangan geopolitik multilateral, juga dinamika global. Mari bersatu gotong royong dan bersinergi demi kebaikan bangsa. Terima kasih rakyat Indonesia!” ajak Yustinus Prastowo. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here