Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsPenangkapan Polisi Aktif Pintu Masuk Ungkap Dalang Kasus Novel Baswedan

Penangkapan Polisi Aktif Pintu Masuk Ungkap Dalang Kasus Novel Baswedan

BERNASNEWS.COM –Penangkapan dua tersangka kasus penyiraman air keras terhadap salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan, menjadi pintu masuk untuk mengungkap dalang di balik kasus tersebut, apalagi kedua tersangka pelaku merupakan polisi aktif.

Polisi jangan berhenti pada kedua pelaku, namun harus diusut tuntas siapa dalang di balik kasus tersebut dan apa motifnya. Dan jika semua itu terungkap dan terbukti maka siapa pun yang terlibat harus diproses secara hukum dan dihukum sesuai tingkat kesalahannya.

“Jangan berhenti pada pengakuan kedua tersangka karena motif dendam tapi harus diusut lebih jauh untuk mengungkap dalang kasus tersebut. Kalau mereka mengaku dendam, kenapa dendam dan dendam dalam kasus apa? Lalu, kenapa hanya disiram air keras dan tidak ditembak saja apalagi mereka polisi aktif yang punya pistol. Itu semua harus diungkap,” kata Bagya Agung Prabowo SH M.Hum PhD, Sekertaris Jurusan Ilmu Hukum FH UII, saat ditanya wartawan tentang penangkapan dua tersangka pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan, pada jumpa pers Refleksi Akhir Tahun 2019 Bidang Hukum di Kampus FH UII Jalan Tamansiswa Yogyakarta, Sabtu (28/12/2019).

Kepala Pusat Studi Hukum UII Anang Zubaidy SH MH (kiri) bersama Bagya Agung Prabowo SH M.Hum PhD, Sekertaris Jurusan Ilmu Hukum FH UII, saat memandu umpa pers Refleksi Akhir Tahun 2019 Bidang Hukum di Kampus FH UII Jalan Tamansiswa Yogyakarta, Sabtu (28/12/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Seperti diberitakan, Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan penangkapan RM dan RB, dua tersangka pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPKĀ Novel Baswedan. Keduanya merupakan polisi aktif. Novel Baswedan menjadi korban penyiraman air keras pada 11 April 2017.

Dr Idul Rishan SH MH, Kepala Divisi Riset PSH FH UII, pada kesempatan yang sama mengatakan, FH UII mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan penyidik KPK tersebut karena tindakan tersebut merupakan perbuatan yang tidak bermoral dan tidak bertanggungjawab.

Selain itu, pengungkapan kasus tersebut secara tuntas dimaksudkan agar semuanya menjadi terang benderang siapa otak di balik kasus tersebut, apa motifnya dan sebagainya. Hal ini juga menjawab berbagai pertanyaan dan dugaan-dugaan masyarakat selama ini sekaligus untuk memberi kepastian hukum dan perlindungan bagi penyidik KPK.

“Harus diungkap siapa dalang di balik kasus tersebut, apa motifnya, apa urusan kedua tersangka pelaku dengan Novel Baswedan dan sebagainya,” kata Idul Rishan.

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Studi Hukum UII Anang Zubaidy SH MH meminta pemerintah dan DPR untuk serius menjalankan agenda pemberantasan korupsi yang sudah semakin akut dan menolak segala bentuk pelemahan KPK.

Pada konteks ini, menurut Anang Zubaidy, sivitas akademika UII sedang berikhtiar untuk mengembalikan kewibawaan KPK dalam pemberantasan korupsi melalui judicial review UU Nomor 9 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK di Mahkamah Konstitusi.

“Sivitas akademikan FH UII juga meminta kepada hakim konstitusi untuk menggunakan mata batinnya dalam mendudukkan persoalan revisi UII KPK,” kata Anang Zubaidy. (lip)


Novel BaswedanKPKDPRPolri

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments