Home Opini Penanggulangan Penyakit Kanker dari Sudut Pandang Manajemen

Penanggulangan Penyakit Kanker dari Sudut Pandang Manajemen

81
0
Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen STIM YKPN Yogyakarta. Foto : Dok pribadi

BERNASNEWS.COM – Setiap tanggal 4 Februari, dunia memperingati Hari Kanker. Dan tulisan ini dalam rangka memperingati Hari Kanker se-Dunia dengan melihat upaya penanggulangan penyakit kanker dari kacamata atau sudut pandang manajemen.

Apalagi penyebab maupun jenis kanker yang bermacam-macam seperti kanker serviks, kanker payudara, kanker prostat, kanker rahim, kanker paru dan sebagainya, bisa dicegah dan ditanggulangi bila penyebabnya diketahui. Sebab, penyakit kanker dapat mengakibatkan kematian bagi orang yang menderitanya.

Menurut para ahli kesehatan, penyakit kanker disebabkan oleh adanya pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang kemudian berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker itu dapat menyebar ke bagian tubuh yang lainnya sehingga dapat mengakibatkan kematian.

Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di dunia. Kanker sering menyebabkan kematian karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut. Di dunia sendiri menyebutkan bahwa kanker penyebab kematian 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan.

Sebuah data menyebutkan bahwa pada tahun 2019 jumlah penderita kanker di Indonesia mencapai 136,2 per seratus ribu penduduk, sehingga Indonesia berada di urutan ke delapan di Asia Tenggara dan urutan 23 di Asia.

Berdasarkan riset Kesehatan Dasar tahun 2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi tumor atau kanker di Indonesia menunjukkan peningkatan 1,4 per seribu penduduk tahun 2013 menjadi 1,79 per seribu penduduk tahun 2018, dimana provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai angka tertinggi, yakni 4,86 per seribu penduduk, diikuti Sumatera Barat dengan angka 2,47 per seribu penduduk dan urutan ketiga adalah Gorontalo dengan angka 2,44 per seribu penduduk.

Dengan memperhatikan uraian di atas, maka kita tidak dapat menyangkal lagi bahwa kanker sebagai penyakit dan dapat mengakibatkan kematian Sehingga sudah selayaknya kalau kemudian kita berkomitmen untuk melakukan penanggulangan dan terutama pencegahan agar terbebas dari penyakit yang mematikan ini, apalagi sekarang kita masih menghadapi ancaman Covid-19.

Kacamata Manajemen

Bila hal ini ditarik benang merahnya, yakni dikaitkan dengan kacamata manajemen, maka secara tegas disebutkan bahwa manajemen sebagai suatu fungsi. Dan ada 4 fungsi pokok manajemen yakni planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian, actuating (penggerakan),dan controlling (pengendalian)

Dengan merujuk pada 4 fungsi manajemen tersebut maka bagaimana seluruh lapisan masyarakat bersama-sama melakukan pencegahan agar kanker tidak akan menyerang kehidupan kita sehari-hari.

Fungsi perencanaan dengan jalan melakukan pencegahan tersebut dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat sejak usia muda. Hal ini bisa dilakukan dengan menghindari faktor-faktor penyebab kanker, meski secara pasti kita belum tahu, namun setiap orang dapat melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan hidup sehat dan menghindari penyebab kanker.

Misalnya, untuk pencegahan kanker paru-paru bisa dicegah dengan tidak merokok dan menghindariasap yang terhirup lewat hidung.Seentara untuk kanker serviks, pencegahan bisa dilakukan dengan cara menghindari prinsip epidemiologic da tes diagnostic yang memadai dan pengobatan (Path, 2020) dan sebagainya.

Semetara fungsi pengorganisasian dapat diterapkan dengan cara sosialisasi berkelanjutan kepada lapisan masyarakat. Hal ini bisa dilakukan oleh instansi terkait, terutama Kementerian Kesehatan, lewat dinas-dinas yang ada di wilayah propinsi ataupun kabupaten/kota, bahkan lewat Puskesmas setempat tentang bahaya yang ditimbulkan oleh kanker yakni bisa mengakibatkan kematian.

Bisa juga sosialisasi dilakukan lewat lembaga atau kelompok karang taruna di setiap kampung. Hal ini untuk mengantisipasi agar pengetahuan di kalangan kawula muda semakin mendarah daging dan merasa adanya kepentingan bersama dalam upaya melawan penyakit kanker tersebut.

Sementara fungsi penggerakan dapat dilakukan dengan kerjasama diantara instansi berwenang dengan kelompok-kelompok masyarakat, untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat ysecara berkesinambungan. Bisa pula dengan jalan melakukan kegiatan tertentu yang ada hubungannya dengan pencegahan dan penanggulangan kanker di tengah masyarakat, terutama pada saat dunia memperingati Hari Kanker, misalnya diadakan perlombaan atau sejenisnya untuk semakin memperkenalkan dan mengingatkan masyarakat akan bahaya kanker, yakni dapat menyebabkan kematian.

Dan fungsi pengendaliandapat dilakukan dengan jalan selalu mengevaluasi apa yang telah dilakukan dari berbagai kegiatan yang ada hubungannya dengan ang telah diuraikan di atas. Kemudian melakukan upaya perbaikan bila dirasa ada hal yang kurang mengena dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kanker.

Dengan melakukan hal tersebut makan diharapkan akan menjadi upaya yang lebih terarah dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diharapkan bersama, sehingga negara kita mampu menanggulangi atau paling tidak menurunkan persentase kematian kanker. Dengan demikian Indonesia akan semakin sejahtera terutama di bidang kesehatan. Semoga. (Drs Djati Julitriarsa MM, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here