Home News Pemusik Asal Yogyakarta Tewas, Jasadnya Diketemukan di Sungai Bengawan Solo

Pemusik Asal Yogyakarta Tewas, Jasadnya Diketemukan di Sungai Bengawan Solo

365
0
Yulius Panon Pratomo musisi dan sekaligus komposer. (Foto: Facebook)

BERNASNEWS.COM — Seorang komposer sekaligus arranger musik gereja Yulius Panon Pratomo hilang misterius sejak hari Minggu, 23 Mei 2021, di Solo, Jawa Tengah. Dikutip dari Kabar Joglosemar, Yulius Panon Pratomo atau akrab disapa Yus Panon yang juga pendiri Nafsigira tidak membawa uang tunai, handphone, kartu identitas maupun kartu apa pun.

“Saat terakhir bertemu pada Minggu dini hari, pukul 01:16 WIB di sebuah penginapan di Solo. Yus Panon mengenakan celana pendek warna hitam corak putih, kaos hitam berhiaskan sablon Nafsigira, jaket biru dan sandal hitam,” ungkap Esa salah satu kerabat di sebuah grup whatsapp, Senin (24/5/2021).

Sementara di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di daerah Pilang, Sragen, Jawa Tengah digegerkan dengan adanya sosok mayat pria yang mengapung. Ciri-ciri mayat yang ditemukan antara lain, berewok dan kumis tebal, berbaju kaos dan celana warna hitam. Mayat tersebut kemudian dievakuasi oleh Tim SAR dan dibawa ke RUSD Sragen.

Menurut sumber, mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut adalah Yulius Panon Pratomo musisi dan sekaligus komposer. Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mengkofirmasi, bahwa mayat yang ditemukan di aliran sungai Bengawan Solo adalah Yus Panon. “Hal ini terdeksi dari sidik jari jempol sebelah kiri korban itu identik. Dan dari keluarga juga meyakini ciri-ciri identik,” ungkap AKP Guruh.

Ketika ditemukan Tim SAR dan pihak kepolisian, kondisi korban sudah mengalami pembengkakan sehingga sulit dikenali. Namun dari beberapa petunjuk petugas dan pihak keluarga, dipastikan mayat tersebut adalah Yus Panon. Menurut informasi jenazah akan dibawa ke RSU Mawardi, Solo untuk dilakukan otopsi.

Yulius Panon Pratomo yang akrab disapa Mas Yus Panon, merupakan pemusik asal Yogyakarta, kelahiran 21 Juli 1977. Menempuh pendidikan dasar dan menengah di Yayasan Xaverius, Belitang, Sumatera Selatan. Selanjutnya meneruskan sekolahnya di SMA Seminar Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Dan melanjutkan jenjang pendidikan sebagai mahasiswa Teologi di Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta.

Almarhum Yus Panon sempat belajar di Kajian Budaya Sanata Dharma hingga menjalani internship di ajang Asia Research Institute, di Universitas Nasional Singapura. Dari sini, Yus Panon mulai menulis lagu hingga bergabung pada Komunitas Jalan Kaliurang Yogya, tahun 1997 hingga 2002.

Pada tahun 2003 juga sudah mampu mendirikan komunitas music yang bernama Ministri USD. Karir di bidang music semakin melejit, pada tahun 2006 Yulius Panon Pratomo mendirikan grup musik Nafsigira yang terkenal hingga kini. Menurut sumber keberadaannya di Solo sejak Sabtu, 22 Mei 2021, dalam rangka persiapan konser musik “Bermadalah Bersama Maria”.

Jenazah Yulius Panon Pratomo, setelah otopsi, Selasa (25/5/2021) sore, akan diberangkatkan ke Yogyakarta dan akan disemayamkan di PUKY, Jalan IKIP PGRI, Sonosewu, Bantul, DIY. Selanjutnya jenazah akan dikremasi sesuai wasiat dan keinginan alamarhum semasa hidupnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here