Home News Pemkot Yogyakarta Siap Gelar Festival Dalang Anak dan Remaja 2021

Pemkot Yogyakarta Siap Gelar Festival Dalang Anak dan Remaja 2021

90
0
Seorang dalang bocah sedang berlatih memainkan wayang lengkap dengan pengiring gamelan di sebuah sanggar budaya. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) bekerja sama dengan bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Yogyakarta akan menyelenggarakan Festival Dalang Anak dan Dalang Remaja tahun 2021, tanggal  25-26 Juni 2021, bertempat di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta.

Dikutip dari Portal Berita Pemerintahan Kota Yogyakarta, Kepala Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengungkapkan, bahwa perhelatan yang rencananya digelar ini dimaksudkan sebagai  upaya dalam memperkenalkan seni pakeliran di kalangan generasi muda.

“Seni Pakeliran atau pedalangan merupakan salah satu seni tradisional yang kaya dengan pesan moral dan filosifi. Oleh karena itu, seni ini perlu ditanamkan sejak dini agar tumbuh kepedulian dan rasa cinta terhadap tradisi pakeliran,” ungkap Yetti.

Festival ini terbuka bagi anak dan remaja pemegang KIA/KTP Kota Yogyakarta, dengan rentang usia peserta 8 – 15 tahun untuk kategori dalang anak dan usia 16 – 20 tahun untuk kategori dalang remaja.

Kuota masing-masing kategori dibatasi sebanyak 14 peserta. Masing-masing peserta bebas menampilkan lakon cerita sesuai dengan kategori. “Meski digelar langsung (secara luring), nantinya panitia akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, baik terhadap peserta maupun penonton yang hadir di ruang festival,” tegas Yetti.

Calon peserta dapat mendaftar dengan mengisi formulir yang diunggah melalui tautan bit.ly/3poHWkw. Untuk penjelasan teknis dapat dibaca di situs web kebudayaan.jogjakota.go.id juga akun Instagram @dinaskebudayaankotajogja. Pendaftaran ditutup pada tanggal 20 Juni 2021 atau setelah kuota peserta terpenuhi.

“Kegiatan ini merupakan wujud adanya upaya pelestarian, pengembangan dan nilai-nilai budaya daerah sekaligus memberikan peluang bagi organisasi seni khususnya seni pedalangan di Kota Yogyakarta agar lebih mengembangkan bakat dan ketrampilannya demi kemajuan kesenian tradisional,” pungkas Yetty. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here