Home News Pemkot Yogyakarta Berencana Terapkan QR Code Peduli Lindungi Di Sejumlah Pasar Tradisional

Pemkot Yogyakarta Berencana Terapkan QR Code Peduli Lindungi Di Sejumlah Pasar Tradisional

56
0
Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. (Foto: Dok. Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta akan melakukan penerapan QR Code Peduli Lindungi, di 28 pasar tradisional yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Drs. Yunianto Dwisutono menjelaskan, bahwa sampai saat ini pasar yang paling siap untuk penerapan QR Code Peduli Lindungi adalah pasar Prawirotaman, sebab pasar tersebut merupakan salah satu pasar yang paling baik dari segi sarana prasarana.

“Pasar Prawirotaman telah memenuhi syarat sebagai pasar sehat dan sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia, khususnya untuk bangunan pasar,” terang Yunianto, seperti dikuti dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta, Senin (18/10/2021).

Dalam penerapan QR Code Peduli Lindungi tersebut, ungkap Yunianto, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah seluruh warga pasar sudah divaksin 100 persen. “Warga pasar itu meliputi petugas keamanan, juru parkir, dan lainnya. Mereka harus sudah divaksin 100 persen. Di Pasar Prawirotaman sendiri, vaksinasi sudah tuntas 100 persen,” ujarnya.

“Tim survei akan menilai kelayakan seluruh fasilitas serta sarana dan prasarana penunjang protokol kesehatan di pasar tradisional,” imbuh Yunianto.

Dikatakan, penerapan QR Code Peduli Lindungi di pasar tradisional bukan untuk membuat pedagang dan masyarakat resah, akan tetapi kebijakan ini sebagai konsekuensi untuk kepentingan bersama yang lebih besar. Dalam implementasinya, pihaknya pun mengaku tidaklah mudah, kendala terbesar adalah kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan peralatan. 

“Untuk memindai QR Code dibutuhkan telepon pintar yang selalu terhubung dengan internet. Sementara pengunjung pasar tradisional banyak berisi warga lanjut usia. Tidak jarang mereka belum akrab dengan teknologi seperti itu atau justru tidak punya smartphone,” papar Yunianto.

Banyaknya pintu masuk ke pasar tradisional juga menjadi kendala lainnya yang harus bisa diantisipasi jika kebijakan tersebut diterapkan. Pihaknya pun tak henti henti-hentinya melakukan sosialisasi terkait kebijakan tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pedagang yang ada di pasar mengenai rencana tersebut dan persiapan apa saja yang sudah dilakukan. Bagaimanapun juga, pedagang tetap harus dilibatkan,” pungkasnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here