Home News Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Hibah Kepada Kelompok Pengelola Sampah Mandiri

Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Hibah Kepada Kelompok Pengelola Sampah Mandiri

57
0
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo secara simmbolis menyerahkan sepeda motor roda tiga Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM). Foto: Istimewa.

BERNASNEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup memberikan hibah sarana dan prasarana kepada Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM), Senin, 18 Oktober 2021, di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Brama Muda, Dayakan, Sardonoharjo, Ngaglik,  Sleman.

Penyerahan secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kepada perwakilan Ketua Kelompok Pengelola Sampah Mandiri. “Bantuan sarana dan prasarana yang diberikan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemkab Sleman kepada Kelompok pengelola sampah mandiri di Kabupaten Sleman yang terdiri dari Bank Sampah dan TPS3R, Sebab telah membantu berkontribusi dalam mengurangi sampah di masyarakat,” kata Bupati Sleman.

Dikatakan, bahwa bantuan ini merupakan bentuk apresiasi Pemkab Sleman untuk mendukung kegiatan pengelolaan sampah dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Kustini juga menghimbau kepada masyarakat Sleman untuk melakukan pengelolaan sampah mandiri yang dimulai dari keluarga masing – masing, dimana setiap keluarga melakukan pemilahan sampah sejak dalam rumah tangga. Sampah anorganik dikelola bank sampah, dan sampah organik dikelola dengan pembuatan kompos rumah tangga.

“Harapannya, agar sampah ini dikelola atau bahkan bermanfaat menambah ekonomi keluarga,” ujar orang nomor satu di Pemkab Sleman itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan, dengan adanya TPS3R dan Bank Sampah tersebut mampu mengurangi permasalahan sampah di Kabupaten Sleman.

 “Terbukti pengelolaan sampah di TPS3R perhari mencapai 94,16 persen, sedangkan untuk persentase sampah terkelola oleh Bank Sampah perhari mencapai 61,87 persen,” ungkap Dwi.

Di Kabupaten Sleman terdapat 210 unit Bank Sampah dan 25 unit TPS3R, semua pengelolaan sampah tersebut bergerak pada pengurangan sampah yang sudah mencapai 22,48 persen, dengan tonase 57.757 ton/per tahun. “TPA Piyungan akan ditutup pada 2022, sehingga TPS3R menjadi salah satu ujung tombak dalam pengelolaan sampah. Target kita pada tahun 2025 yakni di angka 25 persen,” tambahnya.

Kedepan konsep pengelolaan sampah zero waste di TPS3R Brama Muda akan menjadi percontohan di 25 unit TPS4R yang ada di Kabupaten Sleman.  “Fasilitas di TPS3R Brama Muda sudah lengkap mulai dari pemillah, pencacah, pengayak, press plastik, unit kompos dan penguraian sampah dengan maggot, dan akan kami tambahkan incinerator sehingga zero waste bisa tercapai,” beber Dwi.

Bantuan yang diberikan pada kesempatan tersebut berupa motor roda 3 untuk operasional sebanyak 4 buah, mesin jahit 15 buah, timbangan sebanyak 11 buah dan 3 pengolahan sampah dengan black soldier fly. Bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok pengelola sampah mandiri di Kabupaten Sleman yang terdiri dari Bank Sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here