Home Opini Pemimpin Perlu Bersikap Adil pada Siapa Pun

Pemimpin Perlu Bersikap Adil pada Siapa Pun

7569
0
Drs Z Bambang Darmadi MM, Lektor Kepala/Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta)

BERNASNEWS.COM – Senyatanya dalam lembaga/organisasi atau perusahaan apa pun, peran pemimpin-kepemimpinan sangatlah penting dan menentukan maju mudurnya sebuah organisasi-perusahaan tergantung bukan hanya pada sistem, tetapi juga pemimpin yang mampu mengendalikan organisasi-perusahaan tersebut.

Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan di mana para pemimpin sungguh-sungguh mempercayai para bawahan mereka. Pemimpin yang baik bukan hanya memberi tugas, akan tetapi juga memberikan kuasanya agar tugas-tugas itu bisa dikerjakan dengan baik. Lalu apa yang mesti dilakukan oleh para pemimpin?

Keadilan pada hakikatnya adalah memperlakukan seseorang atau pihak lain sesuai dengan haknya. Yang menjadi hak setiap orang adalah diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya, yang sama derajatnya. 

Pengertian keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama. Kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersebut berarti ketidakadilan.

Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Lain lagi pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Mengapa diproyeksikan pada pemerintah, sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat lain: Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini/ disepakati.

Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Pesoalan keadilan sampai saat ini masih tetap menjadi bahan perbincangan yang menarik untuk tetap dibahas dan dikaji dalam kegiatan apapun, baik dalam bentuk seminar, ceramah, diskusi, lokakarya, dialog dan sebagainya. Lebih-lebih persoalan keadilan sosial sangat mendapat perhatian dari lapisan masyarakat dan dari berbagai pihak yang tetap konsisten untuk menegakkan dan menuntut keadilan.

Suatu contoh, adanya kejadian seperti beberapa buruh atau karyawan pada suatu perusahaan yang mogok kerja, para sopir bus atau mikro bus dan sopir taksi yang tidak mau menjalankan armadanya, kiranya hal itu tidak hanya semata-mata para tenaga kerja menuntut upah, akan tetapi bisa juga menuntut adanya suatu keadilan (sosial) yang menjadi hak para tenaga kerja.

Munculnya demonstrasi yang dilakukan oleh para pegawai, mahasiswa dan sebagian pelajar yang akhir-akhir ini masih marak berlangsung di berbagai kota di Indonesia, salah satunya adalah adanya keinginan untuk menuntut penertiban keadilan dan keterbukaan dari pemimpinnya.

Lalu apa yang mesti dilakukan oleh para pemimpin? Tentu harus bersikap adil dalam konteks apa pun dan pada siapa pun. (Drs Z Bambang Darmadi MM, Lektor Kepala/Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here