Home Opini Pemimpin “Geleman” dan “Isonan”

Pemimpin “Geleman” dan “Isonan”

170
0
Drs Muhammad Roni Indarto MSi, Dosen Sekolah Tinggi ilmu Manajemen YKPN

BERNASNEWS.COM – Kasus baru Covid-19 di Indonesia kembali meningkat hingga menembus 20 ribu per hari, tepat pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, Selasa 17 Agustus 2021. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus baru bertambah 20.741 pasien dalam sehari, meningkat dibandingkan sehari sebelumny yang berjumlah 17.384 kasus. Pertambahan ini membuat total kasus Covid-19 di RI selama pandemi menembus 3,892 juta kasus (CNBC Indonesia).

Pada tanggal 16 Agustus 2021, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar secara resmi telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 Jawa Bali dari 17-23 Agustus 2021.

Dalam instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2021 ada sebanyak 8 wilayah yang turun dari level 4 ke level 3 yaitu Kota Cilegon (Banten), Kota Semarang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak (Jawa Tengah), dan terakhir Kabupaten Nganjuk (Jawa Timur).

Ada 4 wilayah yang naik dari level 3 ke level 4, yaitu Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Blora, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah). Sementara, semua wilayah di DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta dan Bali tidak mengalami perubahan status (Tempo).

Sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID 19 PPKM merupakan salah satu cara yang cukup efektif, namun ada dampak dari PPKM tersebut yang cukup signifikan terpengaruh, yaitu dunia bisnis, baik bisnis dalam bidang jasa, retail mapun manufaktur. Bila PPKM diperpanjang terus hingga belum ada kepastian kapan berakhir akan berdampak menurunnya kemampuan perusahaan dalam melanjutkan bisnisnya, sehingga berdampak pada penghentian kerja atau pemutusan hubungan kerja bagi karyawannya, kondisi ini tentunya yang tidak dikehendaki oleh organ di perusahaan bisnis tersebut.

Kondisi pada saat ini peran pimpinan yang Geleman dan Isonan sangat penting dan krusial, penting karena seorang pimpinan dalam sebuah bisnis sangat menentukan baik dan buruknya, maju dan mundurnya sebuah perusahaan ataupun institusi, pimpinan yang sangat paham akan kondisi perusahaannya maka dia akan bisa mengendalikan kondisi internal untuk menghadapi tantangan eksternal.

Krusial, karena seorang pimpinan akan dapat dengan segera memecahkan masalah yang dihadapi pada masa ini yaitu masalah keterbatasan sumberdaya eksternal dan kemampuan konsumen bagi kemajuan usahanya melalui berbagai upaya yang strategis dalam jangka pendek maupun panjang.

“Geleman”

Pemimpin geleman dalam hal ini bukan berkonotasi negatif, yaitu apa-apa mau asal menguntungkan, akan tetapi pemimpin geleman yang dimaksud adalah pemimpin yang mau mengetahui dan memahami kondisi dan perasaan yang dipimpin dalam hal ini karyawan atau bawahannya. Selain itu, pemimpin yang mau bekerja cerdas dan keras untuk memanfaatkan potensi internal perusahaan dalam menghadapi tantangan eksternal, dan pemimpin geleman adalah pemimpin yang mau berkorban waktu dan tenaganya untuk kemajuan perusahaan yang akhirnya berdampak pada kesejahteraan pemilik perusahaan dan karyawan.

Mengacu pada teori kepemimpinan maka pemimpin geleman ini merupakan seorang pemimpin transformasional, yang memiliki arti umum perubahan. Teori kepemimpinan transformasional merupakan sebuah teori yang mengarah pada istilah memanusiakan manusia. Teori ini mengedepankan pendekatan personal pemimpin terhadap staf atau bawahan, dapat juga organisasi, dalam rangka membangun semangat, mengubah kesadaran, serta memberi inspirasi, demi mencapai tujuan bersama tanpa merasa ditekan maupun tertekan, bahkan mampu memotivasi setiap anggotanya.

Pada masa ini gaya kepemimpinan ini yang sesuai dibanding dengan gaya transaksional, gaya transaksional menggambarkan suatu gaya kepemimpinan yang berdasar pada persyaratan tertentu atau kesepakatan yang dibuat antara seorang pemimpin dengan yang dipimpin. Perjanjian ini dibuat dengan tujuan mendapat pertukaran (transaksi) yang sepadan atau saling menguntungkan antara pemimpin dengan staf atau yang dipimpin.

Ketika tugas tersebut dapat diselesaikan dengan baik, seorang pemimpin akan memberi apresiasi berupa tunjangan, bonus, kenaikan gaji, kenaikan posisi, dan lain sebagainya. Pemberian apresiasi berupa uang atau tanda mata yang lain, merupakan bentuk penghargaan atas kinerja seseorang, yang membuat seseorang tersebut merasa kerja kerasnya dihargai. Penghargaan ini pula merupakan suatu bentuk hal yang telah disepakati bersama sebelumnya.

Isonan”             

Pemimpin isonan adalah pemimpin yang mau dan mampu membuat perencanaan perusahaan dengan baik, merencanakan metode atau cara bekerja bagi dirinya dan karyawannya dengan efektif dan efisien didasarkan pada situasi dan kondisi perusahaan saat ini, kebalikan dari pemimpin yang isonan adalah pemimpin yang tidak mau berusaha tahu atau bahkan tidak mau berusaha mencoba untuk membuat cara kerja dalam perusahaan lebih efisien dan efektif guna mengembangkan bisnis perusahaan saat ini.

Gaya kepemimpinan yang sesuai dengan Pemimpin isonan sesuai dengan teori kontingensi atau yang berasal dari kata  Contingency Theory, yang beranggapan bahwa yang paling baik untuk memimpin dan menyatakan didasarkan pada situasi dan kondisi tertentu. Atas dasar teori kontingensi ini, seseorang mungkin dapat berhasil tampil dan memimpin dengan sangat efektif pada suatu kondisi, situasi dan tempat tertentu, namun kinerja kepemimpinannya berubah sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, apabila pemimpin tersebut dipindahkan ke situasi dan kondisi lain atau ketika faktor di sekitarnya telah berubah pula.

Pemimpin yang Geleman” dan Isonan memang sebuah gabungan dari beberapa teori gaya kepemimpinan, tentunya gaya kepemimpinan ini bukan merupakan sat-satunya gaya yang paling cocok atau sesuai dengan situasi pandemic COVID 19 ini, gaya kepemimpinan tentunya ditentukan oleh banyak faktor.

Yang paling penting adalah bagaimana seorang pemimpin itu bisa memberikan rasa aman dan  nyaman bagi karyawan dalam kondisi saat pandemik saat ini dan menjadikan perusahaan yang dipimpinannya tetap survive saat ini dan masa yang akan datang. (Drs Muhammad Roni Indarto M.Si, Dosen Sekolah Tinggi ilmu Manajemen YKPN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here