Home Opini Pemimpin Bekerja Untuk Melayani

Pemimpin Bekerja Untuk Melayani

80
0
Z. Bambang Darmadi, Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta. (Foto: Dok. Pribadi)

BERNASNEWS.COM — Memperbincakan persoalan kepemimpinan kiranya sampai kapanpun tidak akan pernah usai  dan usang untuk dibahas, karena di dalam segala kegiatannya senantiasa melibatkan  unsur orang-individu, kelompok atau organisasi apapun bentuknya. Menelusuri tentang pengetahuan  kepemimpinan tentu saja juga sudah  banyak dikupas oleh para ahli dan bahkan telah ditulis dalam buku referensi dari para ilmuwan, praktisi dan tokoh-tokoh yang mengalaminya.

Pada lembaga, organisasi atau perusahaan apapun, peran pemimpin sangatlah penting dan menentukan.Tumbuh dan berkembangnya sebuah organisasi-perusahaan tergantung bukan hanya pada sistem, tetapi juga pada pemimpin yang mampu mengendalikan organisasi-perusahaan itu. Kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan dimana para pemimpin sungguh-sungguh mempercayai para bawahan mereka.

Pemimpin yang baik bukan hanya memberi tugas, akan tetapi juga memberikan kuasa agar tugas-tugas itu bisa dikerjakan dengan baik. Lalu apa yang mesti dilakukan oleh para pemimpin.? Jawaban atas pertanyaan yang jelas pemimpin harus menetapkan strategi, memberikan motivasi, menciptakan sebuat visi, dan membangun budaya yang bersih, transparan dan mampu mengembangkan serta mampu bekerjasama secara tim yang kuat.

Sebagai contoh pada awal tahun 2014 yang lalu,  di berbagai kota besar (Jakarta, Menado, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah) dan kota lain serta daerah lain  dilanda banjir, tanah longsor, Gunung meletus (Gunung Sinambung dan Gunung Kelud) dan berbagai peristiwa alam sehingga beberapa kantor dan aktivitas lain berhenti atau lumpuh. Sekian banyak orang kehilangan harta benda. Sekian ribu orang harus mengungsi ketempat lain, dan bahkan sekian puluh jiwa menjadi korban (sakit dan meninggal dunia). Belum lagi diawal kwartal pertama tahun 2020 lalu Indonesia tidak luput juga kedatangan Virus Covid-19 yang berdampak pada sendi-sendi kehidupan ekonomi, transportasi, sosial dan sendi lainnya menjadi terhambat, beberapa  aktivitas banyak dilakukan dari rumah (From At Home)  termasuk kegiatan rohani  dilakukan di rumah atau terjadi seperti biasa namun dalam jumlah dibatasi.

Berbagai upaya untuk mengatasi persoalan ini pimpinan negara, khususnya Indonesia dengan gerak cepat dan cerdas untuk meredam pandemi tersebut, sehingga obat anti virus Corona yang  dipesan dari luar negeri telah tiba di Indonesia. Dan pada hari Rabu  pagi 13 Januari 2021 lalu Preseiden RI dan beberapa tokoh telah menjalani suntik Vaksin Covid-19  tahap pertama. Vaksin yang disuntikan kepada Presiden Jokowi adalah vaksin Corona Vac buatan Sinovac Life Science Co.Ltd yang bekerjasama dengan PT. Bio Farma (Persero) dan pada Rabu 27Januari 2021.

Presiden Jokowi juga telah menjalani suntik Vaksin Covid 19 tahap kedua, yang diharapakan dalam kurun waktu satu tahun ke depan sebagai besar penduduk usia dibawah 60 tahun sudah menerima suntikan anti virus tersebut, sehingga kondisi dapat berangsur-angsur normal kembali dan kita perlu bersyukur salah satu anak bangsa kita, Dr. Kuwat Triyana dari UGM besama tim telah mempu menemukan alat tes Covid simple yang relatif murah bernama “Ge Nose C19.”  

Memang manusia boleh merencanakan, nanum Tuhan yang menentukan. Belum usai dengan wabah Covid-19, bulan Januari tahun 2021, musibah banjir melanda Kalimantan Selatan, gempa bumi melanda Sulawesi utara, Gunung Semeru di Jawa Timur  meletus, Gunung Merapi di Jawa Tengah tak henti-hentinya mengeluarkan awan panan (jawa: wedus gembel) dan akhirnya meletus juga. Rentetan peristiwa-peristiwa ini menuntut pemimpin untuk mampu melakukan terobasan pemikiran, keputusan  yang cepat, tepat dan kerja tim yang baik untuk menyelesaikan persoalan orang banyak dengan penuh pelayanan yang sebaik mungkin.

Pada sisi lain dari adanya peristiwa alam tersebut dalam masyarakat tumbuh dan bangkit adanya rasa empati, solidaritas dan bela rasa untuk saling menolong dan peduli terhadap sesama yang menderita dengan memberikan bantuan, baik material maupun moral. Banyak pihak yang tergerak hatinya menyaksikan penderitaan saudara-saudari yang terkena musibah ini. Kiranya para pemimpin mampu menggerakan anak buahnya untuk mau berbela rasa dan peduli terhadap sesama. 

Seperti kebiasaan yang terjadi pada awal tahun tentunya kita semua pasti memiliki sekian banyak rencana, cita-cita dan harapan serta tekad. Kita tentu berharap semua dapat tercapai. Akan tetapi, kita tidak mengerti dengan pasti apa yang akan terjadi di hari mendatang, karena semua itu adalah kuasa-NYA. Namun sebagai seorang pemimpin, melalui visi dan misi yang telah dipahami menjadi salah satu tanggungjawabnya untuk menggapainya.

Mungkin dari sebagian kita ada yang sudah familier (familiar) dengan lirik lagu dari komunitas Doa Taize  ini, “Ubi caritas et umor. Ubi caritas Deus ibi est” – Jika kita berbuat kasih kepada sesama, maka Allah hadir sebab Allah adalah kasih. Dunia kita saat ini sangat membutuhkan kasih.Permusuhan, aneka kejahatan dan tindakan kekerasan menjadi tanda bahwa dunia sangat haus akan kasih. Ungkapan kasih mudah untuk diucapkan, namun senyatanya tidak mudah untuk mewujudkannnya. Disinilah seorang pemimpin ditantang untuk mau bekerja  memberi pelayanan secara kasih tanpa membedakan suku golongan dan ras pada orang lain. Semoga bermakna.(Z. Bambang Darmadi, Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here