Home News Respon Pemerintah dan Masyarakat Cenderung Meremehkan Covid-19

Respon Pemerintah dan Masyarakat Cenderung Meremehkan Covid-19

242
0
Dikanaya Tarahita,salah satu penulis buku Covid-19 di Indonesia. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Indonesia masih menjadi negara dengan statistik penyebaran virus Covid-19 tertinggi se-Asia Tenggara. Sementara respons pemerintah dan masyarakat sejak virus Covid-19 mulai masuk ke Indonesia, cenderung meremehkan dan menganggap sepele serta masyarakat juga cenderung mengabaikan penyebaran wabah.

“Setelah penyebaran virus sudah tidak terkendali, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk bangkit dari keterpurukan dengan menerapkan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Namun hal ini tidak berjalan seperti yang diharapkan, karena pemerintah cenderung lebih mementingkan ekonomi dibanding kesehatan dan keselamatan masyarakat. Sampai saat ini, pemerintah masih kurang tegas dalam menangani penyebaran virus Covid-19,” kata Dr Muhammad Zulfikar Rakhmat, Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia, dalam bedah buku berjudul Covid-19 di Indonesia yang diadakan secara daring oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (HI UII), Jumat (18/12/2020). Acara ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai wilayah.

Dr Muhammad Zulfikar Rakhmat, Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia dan penulis buku Covid-19 di Indonesia. Foto : PhilipusJehamun/Bernasnews.com

Zulfikar yang sekaligus penulis buku Covid-19 di Indonesia mengatakan bahwa buku yang ditulis bersama isterinya, Dikanaya Tarahita, tersebut mencoba memberikan gambaran dinamika pandemi Covid-19 di Indonesia dari perspektif ekonomi, politik, sosial dan hubungan internasional.

“Selain itu, buku ini juga menyinggung bagaimana hubungan antara Tiongkok dan Indonesia di tengah pandemi,” ungkap Zulfikar yang juga telah menulis 5 buku dan 331 artikel opini di media internasional tersebut.

Menurut Zulfikar, di tengah sibuknya dunia menangani penyebaran virus, para ilmuwan dan peneliti juga berusaha mengamati perubahan-perubahan yang ditimbulkan akibat virus ini, mulai dari dampak di bidang kesehatan, ekonomi, sosial, bahkan di bidang politik. “Terutama di Indonesia yang merupakan salah satu negara yang paling terdampak,” tambahnya.

Vinsensio MA Dugis PhD (Visiting Associate Professor, National Chengchi University, Taiwan). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Sementara Dikanaya Tarahita menjelaskan buku ini disusun berdasarkan kompilasi kumpulan artikel-artikel yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia guna memberikan akses yang lebih luas kepada pembaca di Indonesia. “Harapannya, buku ini mampu memberikan kontribusi bagi penyelesaian pandemi Covid-19 dan berbagai implikasi negatif yang dialami oleh Indonesia,” kata Dika.

Tidak kalah pentingnya, kedua penulis berharap buku “Covid-19 di Indonesia” dapat menyadarkan semua lapisan masyarakat untuk ikut berperan dalam menangani penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Tampil sebagai narasumber pembahas dalam bedah buku yang dibuka oleh Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII Dr H Fuad Nashori S.Psi MSi M.Ag ini adalah Faisal Basri SE MA, Pendiri & Ekonom Senior INDEF, Vinsensio MA Dugis PhD (Visiting Associate Professor, National Chengchi University, Taiwan) dan Octo Noor Arafat S.IP MSi (Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta).

Faisal Basri SE MA, Pendiri & Ekonom Senior INDEF. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Faisal Basri, salah satu narasumber menggarisbawahi apa yang disampaikan penulis buku bahwa pemerintah lebih fokus pada penangan dampak Covid-19 ketimbang virusnya itu sendiri. Artinya, masalah ekonomi sebagai dampak covid-19 justru lebih diutamakan ketimbang masalah kesehatan.

Akibatnya, masalah virus corona berlarut-larut hingga sekarang bahkan menimbulkan banyak korban, baik yang menderita sakit karena positif virus corona maupun meninggal dunia. Karena itu, Faisal Basri sangat mendukung langkah pemerintah yang menggratiskan pemberian vaksi untuk mencegah penyebaran dan penularan viru corona. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here