Home Ekonomi Pemerintah Harus Tegas Hentikan Impor dan Mendorong Ekspor Tekstil

Pemerintah Harus Tegas Hentikan Impor dan Mendorong Ekspor Tekstil

126
0
Ketua Program Studi Teknik Kimia FTI UII yang juga Ketua Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) Dr Suharno Rusdi saat memberi keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (30/12/2019). Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Pemerintah harus tegas mencegah dan mengatasi impor tekstil, terutama dari Cina, karena akan mengancam kelangsungan hidup industri tekstil Indonesia. Selan mencegah impor tekstil, pemerintah perlu memberikan bantuan modal untuk merevitaliisasi industri tekstil nasional.

“Bila impor tekstil bisa diatasi dan industri tekstil direvitalisasi maka industri tekstil dalam negeri akan maju dan bisa bersaing dengan negara-negara lain. Selain itu, bisa membuka sekitar 1 juta lapangan kerja,” kata Dr Suharno Rusdi, Ketua Program Studi Teknik Kimia FTI UII yang juga Ketua Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (30/12/2019).

Menurut Suharno Rusdi, meski konsumsi tekstil nasional maupun global cenderung stagnan karena faktor pelambatan pertumbuhan ekonomi atau tekanan pertumbuhan ekonomi nasional/global, namun industri tekstil dalam negeri masih berpeluang untuk tumbuh dan berkembang. Hal ini terjadi karena beberapa hal. Pertama, adanya gap antara konsumsi tekstil nasional dengan negara-negara Eropa. Di Indonesia, konsumsi tekstil hanya 8 meter lebih per kapita/tahun, sementara di negara-negara tujuan ekspor tekstil Indonesia seperti Eropa konsumsi tekstil mencapai 24 meter per kapita/tahun.

Ketua Program Studi Teknik Kimia FTI UII yang juga Ketua Ikatan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (Ikatsi) Dr Suharno Rusdi, Senin (30/12/2019). Foto : Philipus Jehamun/ Bernasnews.com

Selain itu, menurut Suharno Rusdi, adanya selisih harga tekstil yang begitu atraktif dan peluang ekspor tekstil Indonesia terbuka luas. “Pertumbuhan industri tekstil memang bukan karena konsumsi meningkat, tapi karena adanya inflasi. Selain itu, ada selisih harga yang begitu besar antara pasar dalam negeri dan luar negeri,” kata Suharno Rusdi.

Menurut Suharno Rusdi, untuk meningkatkan ekspor tekstil dan produk tekstil nasional maka perlu dilakukan program revitalisasi dan modernisasi industri tekstil yang didukung dengan kebijakan-kebijakan lain pro kepentingan nasional.

“Kebijakan revitalisasi industri tekstil dan produk tekstil nasional akan mampu menyerap tenaga kerja sekitar 1 juta orang dan meningkatkan nilai ekspor, yang pada akhirnya akan membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Suharno Rusdi.

Karena itu, Suharno Rusdi mendesak pemerintah untuk melindungi industri tekstil dalam negeri dengan mencegah impor. Selain itu, melakukan revitalisasi industri tekstil dengan memberi bantuan modal untuk mendorong pertumbuhan sekaligus melindungi industri tekstil nasional agar tetap eksis sekaligus bisa membuka lapangan kerja yang begitu luas. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here