Home News Pemerintah Bangun Sistem Penyediaan Air Minum yang Terintegrasi untuk Penuhi Kebutuhan Air...

Pemerintah Bangun Sistem Penyediaan Air Minum yang Terintegrasi untuk Penuhi Kebutuhan Air Warga DKI

68
0
Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kedua dari kiri) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri), Mendagri Tito Karnavian (kedua dari kanan) dan Gubernur DKI foto bersama usai menandatangani MoU tentang Sistem Penyediaan Air Minum yang Terintegrasi, Senin 3 Januari 2022. Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Kementerian Dalam Negeri bersama Pemprov DKI Jakarta menandatangani MoU tentang Sistem Penyediaan Air Minum yang Terintegrasi. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bagi seluruh warga DKI.

Selain itu, Sistem Penyediaan Air Minum yang Terintegrasi untuk mengakhiri isu tenggelamnya Ibukota Jakarta, akibat penggunaan air tanah secara masif oleh masyarakat  tanpa ada fungsi kontrol yang jelas selama ini.

“Pemerintah melakukan kerja besar ini semata-mata demi mengurangi dan menghentikan pemanfaatan air tanah di Jakarta. Melalui penyediaan air minum perpipaan yang terjangkau bagi masyarakat Jakarta, upaya ini mampu memenuhi kebutuhan air minum seluruh warga tanpa mereka merasakan kekurangan air sedikit pun,” kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam akun instagram resminya yang diunggah pada Senin 3 Januari 2022.

Menurut Luhut Pandjaitan, inisiatif ini sudah dibahas sejak setahun yang lalu. Hal ini bertujuan untuk mengakhiri isu tenggelamnya Ibukota Jakarta, akibat penggunaan air tanah secara masif oleh masyarakat  tanpa ada fungsi kontrol yang jelas selama ini.

Dikatakan, kesepakatan ini mencakup rincian program, jangka waktu dan skema pembiayaan yang tepat sehingga masalah klasik seperti suplai air minum perpipaan dapat segera diselesaikan dan selanjutnya seluruh warga Jakarta bisa memperoleh hak mereka yaitu air bersih untuk minum yang terjangkau.

“Kita memiliki target tahun 2030 dimana seluruh masyarakat di DKI Jakarta yang tidak memiliki akses air minum perpipaan, harus segera menikmati hak mereka atas air minum yang bersih dan tersedia,” kata Menteri Luhut dikutip Bernasnews.com di akun instagram resminya.

Menurut Menteri Luhut, seperti yang diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo bahwa meskipun kita semua terdampak Covid-19 sehingga kondisi fiskal begitu terpengaruh, namun bukan berarti kita berhenti melaksanakan pembangunan dan melayani masyarakat.

https://www.instagram.com/luhut.pandjaitan/

Penandatanganan MoU ini, menurut Menteri Luhut, merupakan awal yang baik pada tahun 2022. “Pergantian tahun pastinya disambut oleh setiap orang dengan harapan dan cita-cita untuk jadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Demikian halnya hari ini dimana saya merasa dipenuhi harapan akan kehidupan yang lebih baik, tatkala menyaksikan inisiatif bersama Pemerintah Pusat yakni Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri dan Pemprov DKI Jakarta lewat penandatanganan MoU terkait Sistem Penyediaan Air Minum yang Terintegrasi,” kata Menteri Luhut.


Menanggapi hal itu, seorang warganet Irma di akun @irma12903 mengatakan bahwa soal air bersih kita masih kalah jauh dari Malaysia PDAM. Bahkan kualitas airnya kemungkinan jaga kalah karena mesin kita kurang canggih. “Di Malaysia wlopun rumah jarang di tengah sawit sudah pakai air bersih PDAM….kita kbnykn masih pkai air sumur,” tulis Irma di kolom komentar.

Sementara Aditya di akun @aditya_indo merasa suprise dan mengapresiasi apa yang disampaikan Menteri Luhut Pandjaitan. “Surprise pak luhut satu-satunya menteri yang berpikir untuk kemajuan PDAM 👏 . Air adalah hajat hidup orang banyak, hanya berapa% masyarakat Indonesia yang memiliki akses air bersih yang aman. Kita liat di daerah2 Kab/kota se Indonesia masih Banyak PDAM yg dinaungi pemerintah daerah sakit sehingga belum maksimal melayani. Maka PDAM idealnya sudah harus dikelola oleh Pemerintah Pusat pak, perlu dipertimbangkan menjadi BUMN sehingga air, listrik, minyak langsung dalam kendali pemerintah pusat,” kata Aditya. (lip)






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here