Home Ekonomi Pemda DIY Terus Dorong UKM Naik Kelas

Pemda DIY Terus Dorong UKM Naik Kelas

57
0
Gubernu DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Foto: Humas Pemda DIY

BERNASNEWS.COM – Pemda DIY akan terus mendorong UKM di DIY untuk kelas. Hal ini dilkukan agar penghasilan pelaku UKM meningkat, mutu produk meningkat, jaringan semakin luas sehingga UKM DIY mampu menambah pendapatan perekonomian daerah.

Menurut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwo X, upaya yang dilakukan Pemda DIY agar UKM naik kelas antara lain melalui aplikasi SiBakul. Selama 2020, Pemda DIY membantu biaya ongkos kirim produk UKM yang dibeli melalui SiBakul di Pulau Jawa. Bahkan pada tahun 2021 ini se-Indonesia maupun ekspor. Pemda DIY juga bekerjasama dengan Kantor Pos di seluruh Indonesia di level kecamatan. Dan hasilnya, melalui SiBakul, pertumbuhan ekonomi DIY pada kuartal 1 dan 2 cukup punya nilai.

Ketika menerima audiensi PT Shopee Indonesia (Seagroup) secara virtual dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Jumat (3/9/2021), Sultan HB X yang didampingi Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, Asekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tri Saktiyana, Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan, perputaran ekonomi yang terjadi melalui SiBakul cukup besar karena lebih dari 4.000 UKM dan mikro yang ada di DIY masuk dalam SiBakul yang merupakan Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha yang ada di DIY.

Sultan HB X yang dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY mengatakan, poin penting yang patut menjadi perhatian saat ini adalah peningkatan jaringan. “Potensi bisa dikembangkan, yang paling penting sekarangadalah membangun jaringan, bukan besar kecilnya unit usaha. Saya yakin jaringan-jaringan itu bisa menumbuhkan potensi-potensi baru,” kata Sultan HB X.

Dikatakan, potensi kerjasama yang bisa dilakukan antara Shopee dengan Pemda DIY adalah penguatan SiBakul. “Dari situ, mungkin bisa diperbanyak jaringan atau apa. Karena produk UKM sangat variatif, silakan dipilih potensi market yang paling kuat, yang potensinya bagus namun belum secara maksimal didorong untuk tumbuh,” kata Sultan HB X.

Mengenai rencana pembukaan sentra pelatihan Shopee bagi pelaku UKM DIY, Gubernur DIY menyambut baik. “Mungkin ada UKM yang belum memenuhi standar itu dan sulit mengembangkan potensi. Saya berharap kalau bisa dibantu dengan pelatihan. Saya kira potensi pengembangan untuk lokal dulu saja, jadi ada tahapannya. Namun prinsipnya, kami berterima kasih supaya mereka dibantu punya jaringan,” harap Ngarsa Dalem.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan bahwa sinergi yang akan dilakukan Shopee dengan program SiBakul yang berada di bawah koordinasi Diskop UKM DIY merupakan perwujudan upaya UMKM naik kelas. “Shopee juga mohon izin ke Ngarsa Dalem untuk membuka sekolah UMKM di Jogja. Mereka akan membina dari hulu hilir, dari peningkatan produksi, dari literasi digitalisasi. Harapan Ngarsa Dalem, atas binaan tersebut, akan dapat diklasifikasi UKM yang menjadi champion atau unggulan di DIY,” kata Srie Nurkyatsiwi.

Dikatakan, proses yang saat ini tengah dilakukan adalah pembahasan teknis dan brainstorming. “Setelah ada titik temu, selanjutnya akan ada audiensi lagi dengan Gubernur DIY. Jadi masih membahas terkait lokasi dan pertimbangan-pertimbangan lain, apa saja yang harus di-lead,” katanya.

Menurut Siwi, pendirian sekolah UKM tentu melalui serangkaian tahapan. “Pasti ini akan terus bertahap karena ada yang sampai UMKM ekspor, yang tadinya lokal hingga nasional. Namanya UKM naik kelas itu kan tidak hanya pelatihan, tapi juga difasilitasi juga lewat lembaga pembiayaan,” kata Kadiskop UKM. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here