Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeEkonomiPemda DIY Implementasikan PDRB Hijau

Pemda DIY Implementasikan PDRB Hijau

BERNASNEWS.COM — Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY menggelar acara Focused Group Discussion (FGD) dengan topik ‘Implementasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Hijau di DIY’, Kamis (24/2/2022), di Hotel Grand Dafam Rohan, Yogyakarta.

Acara FGD tersebut menghadirkan nara sumber, Dr. Ir. Gatot Supangkat (Fakultas Pertanian UMY) dan Dr. Y. Sri Susilo (Dosen FBE UAJY), dan dihadiri 30 peserta aktif hadir mewakili Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tingkat Pemda DIY serta Kabupaten/ Kota. Juga hadir Kepala Biro  Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Yunan Pancawati, SE, M.Si yang menyampaikan sambutan kumci (keynote speech) untuk membuka FGD.

“PDRB Hijau merupakan konsep revolusioner yang mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam pembangunan ekonomi dalam konteks pembangunan yang berkelanjutan”, ungkap Yunan Pancawati dalam sambutannya.

Dikatakan, bahwa Penghitungan PDRB Hijau memasukkan dua komponen lingkungan, yaitu deplesi sumberdaya alam dan degradasi lingkungan. “Pemda DIY telah dan akan menghitung PDRB Hijau secara bertahap sehingga nantinya diperoleh informasi pertumbuhan ekonomi hijau,” jelas Kepala Biro Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY.

Sementara itu, Gatot Supangkat selaku naras umber menegaskan, bahwa penggunaan PDRB Konvensional (Coklat) sebagai indikator ekonomi memiliki beberapa kelemahan.”Kelemahan termaksud antara lain hanya mengukur kegiatan ekonomi dan bukan kesejahteraan ekonomi suatu daerah,” ujarnya.

Menurut Gatot, kelemahan yang lain adalah, (1) struktur perekonomian bersifat semu, (2) biaya pencegahan kerusakan dan perbaikan lingkungan dihitung sebagai pendapatan, dan (3)  berkurangnya Sumber Daya Alama (SDA) dan rusaknya lingkungan tidak tampak dalam nilai PDRB.

“Berdasarkan hal terebut maka inisiatif Pemda DIY untuk melakukan penghitungan PDRB Hijau sudah tepat dan wajib didukung oleh pemangku kepentingan,” tegas dosen Fakultas Pertanian UMY.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Y. Sri Susilo yang memaparkan, bahwa Kementerian Lingkungan Hidup telah mengembangkan konsep PDRB Hijau sejalan dengan konsep Neraca Terpadu Lingkungan dan Ekonomi Nasional yang dirintis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mulai tahun 1995.

“Beberapa daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) sudah pernah melakukan penghitungan PDRB Hijau maupun PDRB Semi Hijau,” terang Dosen FBE UAJY, dalam rilisnya yang dikirim, Jumat (25/2/2022).

Dalam perkembangannya tidak banyak daerah yang melakukan penghitungan PDRB tersebut, juga terutama belum dilakukan secara berkala dan berkelanjutan. “Berkaitan dengan kondisi tersebut maka implementasi penghitungan PDRB Hijau di DIY patut diapresiasi,” pungkas Y. Sri Susilo, yang juga penggiat wisata. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments