Home News Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Identik dengan Penangkapan

Pemberantasan Korupsi Tak Boleh Identik dengan Penangkapan

86
0
Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia yang digelar di Gedung KPK pada Kamis 9 Desember 2021. Foto: [email protected]

BERNASNEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar pemberantasan korupsi tak boleh identik dengan penangkapan, namun harus dilakukan melalui upaya pencegahan. Bahkan pencegahan merupakan langkah yang fundamental dalam upaya pemberantasan korupsi.

Karena itu, menurut Presiden Jokowi, penanaman budaya antikorupsi sejak dini harus menjadi bagian penting dari pemberantasan korupsi. “Membangun kesadaran diri adalah kunci mental antikorupsi,” cuit Presiden Jokowi di akun twitter @jokowi yang diunggah pada Kamis, 9 Desember 2021.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi pada peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia yang digelar di Gedung KPK pada Kamis 9 Desember 2021.

Menurut Presiden Jokowi, kita memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia 2021 saat masyarakat masih menilai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia belum baik. Padahal kasus korupsi yang ditangani penegak hukum begitu banyak. Misalnya, pada perideo Januari-November 2021, Polri menyidik 1.032 perkara dan kejaksaan 1.486 perkara.

Meski demikian, menurut Presiden Jokowi, aparat penegak hukum jangan cepat berpuas diri dan terus meningkatkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebb, Indonesia masih membutuhkan kerja keras untuk dapat memperbaiki indeks persepsi korupsi yang kini masih ranking 102 dari 180 negara.

Dikatakan, penindakan jangan hanya menyasar peristiwa hukum yang membuat heboh di permukaan, namun dibutuhkan upaya-upaya yang lebih fundamental dan komprehensif agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mendorong KPK, Kepolisian dan Kejaksaan agar buron-buron pelaku korupsi bisa terus dikejar baik di dalam maupun di luar negeri. Sementara aset yang disembunyikan oleh para mafia, baik mafia pelabuhan, mafia migas, mafia obat, mafia daging, mafia tanah bisa terus dikejar dan pelakunya bisa diadili. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here