Home Pendidikan Pembelajaran Daring Ajarkan Kemandirian pada Sivitas Akademika

Pembelajaran Daring Ajarkan Kemandirian pada Sivitas Akademika

526
0
Paharizal, S Sos, MA, Dosen Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta. (Foto: Dok. Humas UWM)

BERNASNEWS.COM — Dunia pendidikan harus beradaptasi seiring keputusan pembelajaran secara daring. Saat ini  tidak ada pilihan lain kecuali menerima keputusan tersebut sebagai langkah penyelamatan nasib pendidikan ditengah merebaknya Corona Virus Disease (Covid-19). Hal itu disampaikan oleh Paharizal, S Sos, MA, Dosen Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Widya Mataram (UWM), Jum’at (3/4/2020), dalam merespon situasi darurat Covid-19.

“Komunitas mahasiswa yang berada pada strata ekonomi menengah ke bawah, proses pembelajaran dapat lakukan menggunakan mix-application,” terang Paharizal. Cara pertama ini, dapat menggunakan Youtube, lalu membagi pranala (link) ke WhatsApp Group (WAG). Di WAG, materi akan didiskusikan. Cara ini cukup efektif, karena mahasiswa menikmati video melalui layar handphone atau komputer.

Paharizal mengungkapkan, sayangnya cara tersebut berkonsekuensi terhadap ketersediaan waktu dosen untuk rekaman (shooting) terlebih dahulu dan terhadap kecukupan kuota data yang dimiliki mahasiswa. Sementara cara kedua yakni pembelajaran pada masa physical  distancing dapat menggunakan aplikasi Zoom Could Meeting, discord, atau moodle yang bisa dilakukan secara live streaming.

“Kelebihan sistem pembelajaran menggunakan aplikasi ini lebih interaktif, mahasiswa bisa melihat materi dan juga bisa melihar gestur dosen saat menyampaikan materinya. Bahkan dosen bisa menghidupkan atau mematikan audio interaktif untuk mengendalikan situasi agar lebih kondusif, ” jelas Paharizal.

Seiring berjalannya waktu, Ketua Program Studi (Kaprodi) Sosiologi itu menceritakan bahwa para mahasiswa merasa puas dengan pembelajaran yang lebih interaktif sehingga dosen pengampu merasa lebih tenang dengan proses pembelajaran yang dipilih. Harapannya pada masa physical distancing ini, mahasiswa masih bisa terlayani walaupun hanya melalui media pembelajaran secara daring dari rumah, kos, atau kontrakan.

Membenarkan hal itu, Dr. Jumadi, SE, MM selaku Wakil Rektor I UWM menambahkan, pembelajaran daring justru lebih memancing kemauan mahasiswa untuk lebih memahami. Hal itu dilihat dari sikap mahasiswa yang berani aktif bertanya jika dibandingkan pada saat pertemuan tatap muka.

Dari sisi pembelajar, Bella Setia Ningrum Amin yang merupakan Mahasiswa Program Studi Hukum merasa tertarik dan khawatir, namun tertantang dengan metode pembelajaran yang belum pernah diterapkan sebelumnya itu. Melalui WAG dan Google Classroom, dirinya merasakan dan mempelajari secara langsung penerapan teknologi informasi dalam pembelajaran sehingga juga akan melatih kemandirian mahasiswa karena mudah diakses.

“Saya juga memperbanyak diskusi online sebelum atau setelah perkuliahan darijarak jauh ini. Diskusi juga saya lakukan pada banyak grup yang diikuti peserta lokal dan beberapa negara,” kata Bella.

Sementara menurut Wahyu, Mahasiswa Program Studi Manajemen, perkuliahan daring akan lebih efektif jika materi disampaikan dalam format video. Aplikasi Go To Meeting juga dapat dimanfaatkan sehingga para dosen bisa secara langsung memberikan contoh yang berkaitan dengan hitungan matematika. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here