Home Pendidikan Pembelajaran dengan Audio Visual Lebih Menarik dan Kreatif

Pembelajaran dengan Audio Visual Lebih Menarik dan Kreatif

469
0
Para Guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) Kankemenag Kabupaten Sleman dengan serius mengikuti kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik tingkat Dasar yang diadakan oleh Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman di RM Genduk Wulan, Seyegan, Sleman, Selasa (15/9/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) Kankemenag Kabupaten Sleman terus-menerus mengembangkan keterampilan dalam proses pembelajaran. Ketika guru PAK dihadapkan pada proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan menggunakan sarana teknologi digital, maka perlu ada strategi khusus. 

Sesuai dengan tuntutan perubahan masyarakat, profesi guru juga menuntut profesionalisme. Dalam kerangka itu, Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik tingkat Dasar dengan tema Pembelajaran Berbasis Audio Visual. Kegiatan ini diikuti para guru PAK di lingkungan Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Yayasan Katolik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Penyelenggara Bimas Katokik Kankemenag Kabupaten Sleman dalam upaya memperhatikan dan mendukung profesionalitas guru Pendidikan Agama Katolik. Bagaimana pun guru Pendidikan Agama Katolik memiliki peran penting dalam pendidikan generasi muda,” kata Drs H Sa’ban Nuroni MA, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, dalam sambutan dan pembukaan acara pembinaan yang diadakan di RM Genduk Wulan, Seyegan, Sleman, (15/9/2020).

Sejumlah Guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) Kankemenag Kabupaten Sleman foto bersama narasumber di sela-sela mengikuti kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik tingkat Dasar yang diadakan oleh Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman di RM Genduk Wulan, Seyegan, Sleman, Selasa (15/9/2020). Foto : Istimewa

Dalam materi yang disampaikan, H Sa’ban Nuroni menegaskan bahwa peran guru sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan moderasi beragama. Menurut H Sa’ban Nuroni, dua matra itu menjadi pilar keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui materi Pengembangan Profesi Guru PAK dalam Perspektif Gravissimum Educationis dan Surat Pastoral Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sedunia 2020, CB Ismulyadi SS MHum, Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman mengajak para guru PAK untuk melihat ulang peran guru PAK di lingkungan pendidikan, Gereja Katolik dan Negara.

Para Guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) Kankemenag Kabupaten Sleman melakukan diskusi dalam kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik tingkat Dasar yang diadakan oleh Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman di RM Genduk Wulan, Seyegan, Sleman, Selasa (15/9/2020). Foto : Istimewa

Mengutip isi Gravissimum Eduacationis artikel 6, CB Ismulyadi mengatakan bahwa konsili suci mendorong umat beriman, supaya rela memberi bantuan untuk menemukan metode-metode pendidikan serta sistem pengajaran yang cocok, dan untuk pembinaan guru-guru yang mampu mendidik kaum muda seperti semestinya, begitu pula untuk dengan bantuan mereka – terutama melalui perserikatan orangtua – ikut menopang seluruh peranan sekolah dan terutama penyelenggaraan pendidikan moral.

Dalam kaitan dengan Surat Pastoral Paus Fransiskus pada Hari Komunikasi Sedunia 2020 disampaikan bahwa pengetahuan tentang Allah yang disampaikan melalui Pendidikan Agama Katolik hendaknya diteruskan dari generasi ke generasi dengan menceritakan kisah yang dapat dikemas dalam berbagai bentuk misalnya audio visual.

Dua narasumber lain, Albertus Wahyu Widayat dan Giwang Topo (HB Dian Hartopo) menyampaikan tentang Menjadi Guru pada Era Digital dan Pembelajaran  Berbasis Audio Visual). Albertus Wahyu Widayat lebih mengajak para guru PAK untuk mendalami kompetensi guru di era digital dan  paradigma yang perlu diubah.

Melalui dua bahasan ini, Wahyu Widayat memberikan contoh gegar budaya dan teknologi yang terjadi di masyarakat dan profesi. Giwang Topo (HB Dian Hartopo) menjelaskan kriteria yang baik program audio visual.

Menurut Giwang Topo, pesan akan tersampaikan bila ada keseimbangan antara visual, audio dan isi program. Keseimbangan dapat diibaratkan seperti masakan. Dalam memasak, antara bumbu, cara meramu bahan dan penyajian sangat perlu diperhatikan. Jadi antara mata, lidah dan hidung orang yang mencicipi tertuju pada satu “titik” masakan yang menarik dan memunculkan selera.

Kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Katolik dengan tema Pembelajaran Berbasis Audio Visual ini dilakukan dalam  empat angkatan. Pada akhir kegiatan, para guru PAK tingkat dasar Kabupaten Sleman berhasil membuat pembelajaran audio visual berbasis materi pelajaran PAK di sekolah. Upaya yang memperkaya metode pembelajaran dan memacu daya cipta serta kreativitas para guru. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here