Home News Pemanfaatan Teknologi Inkom untuk Membantu Tracing Penyebaran Covid-19 Tak Bisa Ditunda

Pemanfaatan Teknologi Inkom untuk Membantu Tracing Penyebaran Covid-19 Tak Bisa Ditunda

490
0
Dr R Stevanus C Handoko S.Kom MM, Anggota DPRD DIY 2019-2024, Partai Solidaritas Indonesia.Foto : Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Inkom) untuk membantu tracing pergerakan penyebaran Covid-19 sudah tidak bisa ditunda atau sangat mendesak dilakukan. Untuk itu, kolaborasi pemerintah dengan operator telekomunikasi di Indonesia menjadi terobosan dalam advance tracking penyebaran Covid-19.

“Peningkatan pasien terpapar Covid-19 yang sudah sangat signifikan dalam beberapa hari terakhir sudah menjadi sign warning yang keras bagi proses penanganan penyebaran Covid-19 di DIY dan di seluruh wilayah Indonesia,” kata Dr R Stevanus C Handoko S.Kom MM, Anggota DPRD DIY 2019-2024 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com pada Sabtu, 19 Juni 2021.

Stevanus mencatat bahwa per tanggal 18 Juni 2021, terdapat penambahan pasien terpapar Covid-19 sebanyak 592 orang di DIY. Bahkan pada Sabtu, 19 Juni 2021, angka positif Covid-19 di DIY melonjak menjadi 638 orang sehingg total kasus positif Covid-19 di DIY hingga saat ini mencapai 51.976 kasu. Angka yang sangat melonjak tajam dan trend kenaikan dari beberapa hari terakhir masih tinggi.

Dr R Stevanus C Handoko S.Kom MM, Anggota DPRD DIY 2019-2024, Partai Solidaritas Indonesia.Foto : Dok Pribadi

Menurut Stevanus, penggunaan data operator telekomunikasi seperti data Location Area Code ID (LAC-ID) bisa membantu tracing yang lebih akurat dibandingkan hanya bersumber data manual/interview. Data pergerakan masyarakat saat ini harus bisa termonitor terlebih di daerah/wilayah yang memiliki peningkatan jumlah pasien terpapar Covid-19.

Kombinasi data demografi, data kependudukan, data kesehatan, yang dimiliki pemerintah dan data subscriber operator telekomunikasi sangat bisa membantu proses tracking penyebaran yang lebih akurat.

Saat ini, diharapkan ada terobosan kerjasama, ada gotong-royong dan semangat solidaritas bersama antara pemerintah dan pihak swasta (operator telekomunikasi) untuk bisa memberikan terobosan progressive agar keputusan lockdown benar-benar tepat dan proses penanganan dan pencegahan penyebaran dapat dilakukan dengan lebih baik.

Ia berharapa pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa bekerja sama dengan mengajak operator telekomunikasi untuk kolaborasi melawan penyebaran Covid-19,” kata Stevanus.

“Sebagai anggota dewan dari Partai Solidaritas Indonesia, saya akan mendukung keputusan Gubernur DIY untuk melakukan lockdown jika penambahan warga terpapar Covid-19 semakin meningkat tidak terkendali. Terlebih occupancy RS/faskes di DIY sudah sangat rentan untuk dapat menangani lonjakan pasien Covid-19,” kata Stevanus. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here