Home Pendidikan Pemanfaatan Bunga Telang Untuk Peningkatan Kemampuan Pemberdayaan Ibu

Pemanfaatan Bunga Telang Untuk Peningkatan Kemampuan Pemberdayaan Ibu

44
0
Tim penerima hibah pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) DIKTI. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Daerah Jengkelingan, Desa Sidoaraum, Kecamatan Godean, Sleman, merupakan hamparan datar yang subur dengan penduduk tingkat ekonomi menengah ke bawah. Sebagian ibu rumah tangga yang ada adalah murni ibu rumah tangga, yang baru berusaha menggeliat produktif untuk meningkatkan pendapatannya. Salah satu usahanya, adalah membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngupoyo Boga, bermaknakan berusaha untuk memperoleh penghasilan.

Keterangan tersebut disampaikan Dr. Ir. Siti Nur Purwandhani, MP Dosen sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Widya Mataram (UWM), kepada Bernasnews.com, melalui surat elektronika, Selasa (2/7/2019). Dhani menjelaskan, KWT Ngupoyo Boga sudah mencoba menanam beberapa komoditi pertanian untuk kegiatannya, diantaranya adalah bunga Telang.

Kegiatan awal pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada bulan Juni 2019, di daerah Jengkelingan tersebut dilakukan bersama tim penerima hibah pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) DIKTI, yakni Ir Setyo Indroprahasto M Si., Dekan Fakultas Pertanian Institut Pertanian (INTAN) dan Cicilia Tri Kusumastuti SP, MSc., Dekan Fakultas Pertanian Universitas PGRI Yogyakarta (UPY).

“Pengabdian difokuskan pada peningkatan kemampuan dan keterampilan SDM untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan   produktif   berbasis   potensi   lokal,   dari   hulu ke hilir sampai dengan pemasarannya”, tutur Dhani sapaan akrab Siti Nur Purwandhani , yang juga merupakan ketua tim.

Lebih lanjut, Dhani menjelaskan, bahwa pengabdian ini menggunakan pendekatan perubahan   pola pikir dari tradisional menjadi kegiatan kewirausahaan dan peningkatan keterampilan SDM. Peningkatan SDM ditekankan pada cara budidaya, pemahaman komponen fungsional, penjelasan manfaat kesehatan bunga Telang, proses produksi makanan dan minuman dan dilanjutkan upaya untuk memperoleh izin usaha Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

Bunga Telang, menurut Dhani bisa digunakan sebagai pewarna makanan alami. Untuk membuat nasi biru, puding, kue, es krim, dan dibuat minuman seperti coctail. Selain fungsinya sebagai pewarna, bunga Telang juga mempunyai manfaat kesehatan karena mengandung komponen fungsional yang tidak sedikit terutama phenol, flavonoid, alkaloid, anthocyanin dan lain-lain.

Dengan adanya komponen fungsional di dalam bunga Telang, bunga ini memiliki beberapa efek manfaat diantaranya berpotesi untuk detoksifikasi, mencegah penuaan dini, mengatasi beberapa masalah kesehatan dan mengobati gangguan penglihatan. Sedangkan sifat antidepresannya bisa untuk menghilangkan stres, dan lain-lain.

“Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pelatihan pengeringan bunga yang higienis dan metode pengemasan agar diperoleh bunga Telang kering yang tahan lama, dengan metode pemberian teori dan praktek, termasuk regulasi label pengemasan pangan,” jelas Dhani. (*/Nuning)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here