Pelukis Mural Profesi yang Lumayan Menjanjikan

    793
    0
    Antok Sulinfah Raharjo lulusan SMSR tahun 1991, jurusan seni rupa yang menekuni profesi sebagai pelukis mural. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

    BERNASNEWS.COM — Profesi atau punya keahlian tertentu asalkan halal apabila ditekuni dan dikerjakan secara profesional akan memberikan penghasilan yang cukup lumayan atau setidaknya membuat asap dapur tetap mengepul. Demikian disampaikan Antok Sulinfah Raharjo warga Kampung Ndagen, Yogyakarta yang kesehariannya berprofesi sebagai pelukis mural (gambar di dinding).

    Pelukis mural atau hiasan dinding Antok Sulinfah Raharjo sedang asyik menorehkan kuasanya di pagar Sekolah TK Negeri 3 Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

    “Sebelum berprofesi sebagai pelukis mural saya pernah bekerja di perusahaan tekstil di Jakarta, karena merasa tidak kerasan di ibu kota kemudian pindah ke Surabaya di perusahaan perhiasan sebagai desainer selama tiga tahun. Lantas berikutnya kembali ke Yogyakarta bergabung pada sebuah perusahaan reklame, pindah ke perusahaan pembuat mainan anak-anak, hingga menikah dan punya anak,” terang Antok kepada Bernasnews.com saat mengerjakan mural, Sabtu (15/2/2020), di Sekolah TK Negeri 3 Yogyakarta.

    Pria paruh baya lulusan SMSR tahun 1991 jurusan seni rupa ini, menambahkan, setelah punya anak dan kebutuhan keluarga juga semakin meningkat maka ia keluar dari perusahaan produk mainan anak-anak, banting setir wiraswasta menjadi pelukis mural keliling ke beberapa sekolah dan instansi yang membutuhkan hiasan atau gambar di dindingnya.

    “Dalam melukis mural saya lakukan secara langsung di dinding atau tembok pagar tanpa harus melalui seketsa atau konsep, sebab pemesan yang kebanyakan sekolah-sekolah dan TK rata-rata permintaannya hampir serupa yaitu gambar suasana anak-anak bermain, berkebun, dan belajar bersama,” ujar Antok.

    Lanjut Antok, profesi sebagai pelukis mural yang telah ditekuni lebih dari 10 tahun ini ternyata juga membuahkan profesi tambahan, yaitu sebagai guru kegiatan ekstrakulikuler menggambar dan melukis di belasan sekolah TK yang pernah menggunakan jasanya melukis mural. Soal biaya jasa melukis mural dalam mematok harga juga tidak terlalu mahal, antara Rp 80.000 – Rp 100.000 setiap meternya.

    Tampak indahnya pagar Sekolah TK Negeri 3 Yogyakarta setelah dihiasi mural yang menggambarkan kegiatan siswanya. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

    “Harga atau biaya permeter sudah termasuk bahan cat, dengan bidang gambar tidak terlalu sulit seperti halnya pada tembok pagar sekolah ini. Saya tidak menargetkan setiap jam harus bisa melukis mural berapa meter yang penting sebelum hari diresmikan atau dibutuhkan oleh pemesan mural telah selesai. Karena mural saya kerjakan di sela-sela kegiatan sebagai guru menggambar,” pungkasnya.

    Mural hasil karya seni Antok Sulinfah Raharjo lulusan SMSR 1991, di pagar Sekolah TK Negeri 3 Yogyakarta, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

    Sementara di tempat terpisah, Kepala Sekolah TK Negeri 3 Yogyakarta Kamilah SPd, menjelaskan, pengecatan hiasan mural di pagar sekolah merupakan tindak lanjut dari Gerakan Pantib For School yang dideklarasikan tanggal 13 September 2019, yang juga dihadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Heroe Poerwadi MA.

    “Pengecatan pagar sekolah untuk keindahan lingkungan sekolah. Ditambah kegiatan penghijauan, anak-anak diajak menanam tanaman sayuran dan tanaman obat-obatan atau apotik hidup,” imbuh Kamilah. (ted)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here