Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeKulinerPelestarian Makanan Tradisional Sebagai Asset Budaya Tak Benda DIY

Pelestarian Makanan Tradisional Sebagai Asset Budaya Tak Benda DIY

bernasnews.com — Dalam rangka mengangkat  potensi keberadaan  makanan tradional khas Jogja sebagai warisan budaya tak benda  dengan harapan untuk dapat dilestarikan serta dapat mendukung perekonomian masyarakat di DIY.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY dengan menggunakan Anggaran Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2022, melaksanakan Kegiatan Festival Makanan Warisan Budaya Tak Benda bertajuk ‘Pelestarian Makanan Tradisional Sebagai  Asset Budaya Tak Benda DIY’. 

“Seluruh rangkaian kegiatan Festival Makanan Warisan Budaya Tak Benda dilaksanakan mulai bulan Juli sampai dengan Agustus 2022. Kegiatan diawali dengan Kajian Filosofi Makanan Warisan Budaya Tak Benda pada bulan Juni-Juli lalu,” terang Plt Kepala Dinas Perindag DIY Yuna Pancawati SE, M.Si dalam rilisnya, Jumat (5/8/2022)

Dikatakan dia, tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah, selain mengangkat  potensi keberadaan  makanan tradional khas DIY sebagai warisan budaya tak benda  dengan harapan untuk dapat dilestarikan serta dapat mendukung perekonomian masyarakat di DIY.

Juga digunakan sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada pihak pihak yang membutuhkan informasi mengenai makanan tradisional khas sebagai warisan budaya tak benda dari DIY yang meliputi makna filosofi,adat istiadat,budaya serta kearifan lokal lainnya.

“Meningkatkan branding dan promosi warisan budaya tak benda dari DIY, memperluas jejaring bisnis dan mennggali potensi terkait pengolahan pangan tradisional, dan untuk digunakan sebagai bahan perencanaan, evaluasi mengenai program pembinaan dan pengembangan makanan khas tradisional sebagai warisan budaya tak benda DIY di masa mendatang, beber Yuna.

Lanjut dia, pameran makanan tradisional akan dilaksanakan tanggal 12 -14 Agustus 2022, bertempat di Atrium Ambarukmo Plaza, Jalan Laksda Adi Sutjipto, Yogyakarta. Pameran akan diikuti oleh 200 IKM Pangan Tradisional yang terbagi dalam kurang lebih 30 Stand. Materi pameran selain produk pangan tradisional juga ditampilkan Gunungan Pangan Khas Jogja serta pertunjukan kesenian daerah.

“Pada tanggal 14 Agustus di tempat yang sama akan digelar Temu Kemitraan, yang diikuti oleh  200 IKM olahan pangan tradisional  dan calon mitra usaha sebanyak 20 peserta, yang terdiri dari wakil pengusaha retail seperti toko swalayan, toko kue/ makanan, pusat oleh-oleh, jajanan dan sebagainya,” papar Yuna, yang didampingi  Kepala Bidang Industri Agro :  Ir. Eni Rosilawati, M.M.A. (*/ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments