Home Ekonomi Pelayanan Pasar Beringharjo Bisa Ditingkatkan dengan Cara Ini

Pelayanan Pasar Beringharjo Bisa Ditingkatkan dengan Cara Ini

98
0
Hanin Fitria, mahasiswa Prodi Teknik Industri, Program Magister FTI UII dalam jumpa pers secara daring (dalam jaringan), Senin (21/12/2020). Foto: Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM –Pelayanan di Pasar Beringharjo Yogyakarta masih perlu ditingkatan. Sebab, dari hasil survey yang dilakukan Hanin Fitria, mahasiswa Prodi Teknik Industri, Program Magister FTI UII, ada tiga masalah dalam pelayanan, yakni kebersihan pasar, penanganan keluhan dan kurangnya kejelasan informasi produk.

“Para pengunjung Pasar Beringharjo Yogyakarta merasa tidak puas dengan kebersihan pasar tradisional terbesar di DIY itu. Meski harga barang yang dijual relatif murah dibanding pasar-pasar tradisional lainnya, namun para pengunjung merasa kecewa dan tidak puas dengan masalah kebersihan Pasar Beringharjo,” kata Hanin Fitri saat memaparkan hasil penelitiannya dalam jumpa pers secara daring (dalam jaringan), Senin (21/12/2020).

Dalam jumpa pers terkait hasil penelitian berjudul Analisis Pelayanan Pasar Tradisional Sebagai Upaya dalam Meningkatkan Kepuasan Pelangan, Studi Kasus: Pasar Beringharjo Yogyakarta, Hanin didampingi Ir Winda Nur Cahyo ST MT PhD IPM, Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII dan Dr Taufiq Immawan ST MM, Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Sarjana FTI UII.

Menurut Hanin, dari hasil penelitiannya diketahui bahwa masyarakat pasar tidak disiplin dalam membuang sampah pada tempat sampah. Sementara penempatan tempat sampah kurang merata dan kurang strategis.

Selain itu, kurangnya papan petunjuk tempat sampah, tenaga kebersihan pasar juga kurang dan tempat sampah sering dipindah oleh orang yang bukan petugas. “Pembuangan sampah liar dari pihak luar dan kurangnya papan humbauan tentang kebersihan juga berpengaruh terhadap kebersihan pasar,” kata Hanin.

Dari hasil penelitian itu juga diketahui bahwa masyarakat pasar kurang sadar untuk memilah sampah. Selain itu, masyarakat pasar kurang sadar arti kebersihan, tidak tersedianya kantong pembuangan sementara pada tiap kios dan kurangnya jadwal pelaksanaan kebersihan. “Kurang ada patroli rutin yang terjadwal dan kurang tegasnya sanksi pelanggaran pembuang sampah,” kata Hanin.

Akibanyat, menurut Hanin, pasar menjadi kotor sehingga masyarakat merasa tidak puas dan kecewa dengan masalah kebersihan pasar.

Karena itu, Hanin merekomendasikan bahwa pembentukan ketua kelompok pedagang sangat efektif untuk menjaga kebersihan di Pasar Tradisional Beringharjo Yogyakarta. Sebab keberadaan ketua sebagai koordinator dan akan melakukan koordinasi dengan anggota kelompoknya untuk mengatasi permasalahan kebersihan di lingkungan tempat mereka berdagang.

“Ketua kelompok akan melakukan koordinasi bagaimana mengatasi permasalahan kebersihan, penanganan keluhan. Selain itu, dapat memudahkan penyampaian informasi produk kepada konsumen,” kata Hanin Fitria yang mengambil 68 responden untuk penelitian ini.

Selain kebersihan, pelayanan Pasar Beringharjo yang paling kritis dan perlu dilakukan perbaikan segera adalah penanganan keluhan yang diajukan konsumen serta kejelasan dan kemudahan informasi produk. Perbaikan ketiga keluhan masyarakat tersebut diharapkan dapat menaikan tingkat kepuasan pelanggan terhadap Pasar Beringharjo.

Fitria mengharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat dalam pengembangan pelayanan di Pasar Beringharjo. Selain itu, memberikan manfaat bagi pimpinan karena dapat mengidentifikasi kualitas pelayanan yang diperkirakan dapat menjadi nilai tambah dalam menjalin hubungan dengan para stakeholders Pasar Beringharjo.

“Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi teknik pengembangan pelayanan Pasar Beringharjo yang lebih tepat sasaran dan mempertimbangkan berbagai macam aspek,” kata Hanin Fitria. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here